
Penyediaan Jalur Evakuasi di Kota Kediri
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri telah melakukan langkah penting dalam menghadapi potensi bencana. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan rambu jalur evakuasi di seluruh wilayah kota. Kegiatan ini dimulai sejak bulan September 2025 dan melibatkan kolaborasi dengan 46 kelurahan di Kota Kediri.
Sebelum pemasangan rambu, BPBD Kota Kediri terlebih dahulu melakukan diskusi bersama seluruh kelurahan untuk menentukan titik-titik strategis. Hal ini dilakukan agar rambu-rambu dapat ditempatkan secara efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Kami mengumpulkan seluruh kelurahan untuk menjaring saran dan masukan. Mereka kemudian memberikan rekomendasi serta mengusulkan lokasi pemasangan di wilayah masing-masing," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto.
Dari hasil koordinasi tersebut, BPBD Kota Kediri telah memasang sekitar 180 rambu yang terdiri dari rambu titik kumpul, jalur evakuasi, tempat pengungsian, hingga penanda daerah rawan banjir dan longsor. Selain itu, BPBD juga mendapatkan bantuan 58 rambu tambahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk di antaranya rambu imbauan larangan membuang sampah di sungai.
Rambu-rambu tersebut telah dipasang di sekitar sungai yang rawan meluap saat musim hujan. Joko menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari program mitigasi pra-bencana yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat.
"Kita tidak tahu kapan dan di mana bencana akan terjadi. Dengan adanya rambu jalur evakuasi dan titik kumpul di setiap kelurahan, diharapkan warga dapat segera menuju tempat aman ketika bencana terjadi," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan sosialisasi lanjutan agar masyarakat memahami fungsi dan keberadaan rambu evakuasi tersebut. Sosialisasi ini akan dilakukan melalui berbagai kegiatan BPBD, serta berkoordinasi langsung dengan pihak kelurahan dan komunitas masyarakat.
"Kami akan terus mengedukasi masyarakat, terutama melalui kegiatan-kegiatan BPBD agar mereka tahu jalur evakuasi di wilayahnya. Selain itu, kami juga akan melakukan monitoring berkala untuk memastikan semua rambu tetap terpasang dan berfungsi dengan baik," papar Joko.
Selain memasang rambu, BPBD juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area sungai. Menurut Joko, perilaku tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir.
"Kami mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan peduli lingkungan. Jangan membuang sampah di sungai karena tumpukan sampah bisa menyumbat aliran air," pesannya.
Joko juga menyoroti kondisi cuaca saat ini yang mulai memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi. Ia mengingatkan warga agar menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun papan reklame.
"Musim hujan sudah mulai turun, untuk masyarakat saya imbau agar lebih berhati-hati dan mencari tempat yang aman ketika hujan deras disertai angin," ujarnya.
Melalui berbagai langkah ini, BPBD berharap kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat. Rambu-rambu evakuasi tidak hanya menjadi petunjuk arah, tetapi juga simbol kesadaran bersama dalam menghadapi ancaman bencana.
Dengan adanya rambu ini, kami berharap masyarakat bisa lebih sigap dan siap menghadapi potensi bencana. Semakin cepat mereka merespons, semakin kecil risiko kerugian dan korban jiwa yang mungkin terjadi, pungkas Joko.
Komentar
Kirim Komentar