
Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari untuk Mengurangi Gejala Asam Lambung
Menghabiskan waktu di pagi hari sambil menikmati secangkir kopi panas memang terasa menyenangkan. Namun, bagi mereka yang memiliki masalah asam lambung, hal ini bisa menjadi pengganggu. Gejala seperti rasa panas di dada, mual, atau bahkan muntah sering kali menghantui penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Kondisi ini terjadi ketika lambung menghasilkan asam berlebih, yang bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti pola makan yang tidak sehat, stres tinggi, atau kebiasaan merokok.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Untuk mencegah kondisi ini semakin memburuk, penting untuk memperhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi. Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari:
-
Makanan yang digoreng
Makanan seperti ayam goreng, kentang goreng, atau steak mozzarella membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Proses pencernaan ini membutuhkan banyak asam lambung, yang dapat meningkatkan risiko refluks. Selain itu, lemak tinggi dalam makanan ini juga dapat melemaskan sfingter esofagus bagian bawah, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. -
Buah jeruk dan jus asam
Meski kaya akan vitamin C dan serat, buah-buahan seperti jeruk, lemon, atau jeruk nipis dapat memicu produksi asam lambung berlebih. Jus dari buah-buahan ini juga memiliki sifat asam yang dapat meningkatkan risiko refluks. -
Cokelat
Cokelat bisa melemaskan sfingter esofagus bagian bawah, yang memungkinkan isi lambung naik ke kerongkongan. Hal ini dapat menyebabkan sensasi perih atau panas di dada dan leher. -
Minuman bersoda
Soda dapat menyebabkan perut kembung dan memberi tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah. Ini membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. -
Kopi dan teh berkafein
Kafein dalam kopi dan teh dapat merangsang produksi asam lambung. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko refluks. -
Alkohol
Alkohol dapat memproduksi gas berlebih, menyebabkan perut kembung dan memperparah gejala asam lambung. -
Makanan pedas
Makanan pedas sering kali menjadi pemicu utama bagi penderita GERD. Sebuah studi menunjukkan bahwa hampir 62% pasien GERD mengalami kambuh akibat konsumsi makanan pedas. -
Camilan ultra-olahan
Makanan olahan seperti keripik atau snack instan biasanya mengandung banyak zat aditif, pemanis, dan rempah-rempah. Kandungan ini dapat meningkatkan risiko refluks. -
Tomat dan olahannya
Tomat mengandung asam malat dan sitrat yang dapat merangsang produksi asam lambung. Saus tomat, tomat kalengan, atau saus spageti juga berpotensi memperburuk gejala. -
Teh peppermint
Meskipun dikenal sebagai obat alami untuk masalah pencernaan, teh peppermint dapat melemaskan sfingter esofagus bagian bawah. Alternatif yang lebih aman adalah teh jahe atau kamomil. -
Daging berlemak
Daging seperti iga, ayam dengan kulit, atau daging sapi berlemak memerlukan waktu lama untuk dicerna. Proses ini memicu produksi asam lambung yang berlebihan. -
Pizza
Pizza mengandung bahan-bahan yang bisa memperburuk gejala GERD, seperti saus tomat asam, topping daging berlemak, dan kulit asin. Untuk mengurangi risiko, pilih pizza dengan topping rendah lemak dan saus putih atau minyak zaitun. -
Jus dan teh peppermint
Selain jeruk dan tomat, jus asam dan teh peppermint juga dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memperburuk refluks.
Tips untuk Mengurangi Gejala Asam Lambung
Penderita asam lambung disarankan untuk menjaga pola makan dan menghindari makanan serta minuman yang dapat memicu refluks. Selain itu, penting juga untuk mengendalikan stres dan mengonsumsi makanan bergizi. Memilih camilan sehat dan menjaga gaya hidup yang seimbang dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mengurangi risiko gangguan asam lambung.
Komentar
Kirim Komentar