
Banjir Meluap, Aktivitas Nelayan di Kampung Kendal Terhenti
Kampung Kendal, Desa Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, kini menghadapi tantangan besar akibat banjir yang terjadi sejak Kamis malam. Wilayah ini, yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan, kini harus menghadapi situasi sulit yang menyebabkan aktivitas mereka terhenti.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Banjir tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut tanpa henti, sehingga air sungai meluap dan menimbulkan banjir. Pada pukul 23.30 WIB, ketinggian air mencapai sekitar 2 meter. Sebelumnya, ketinggian air sempat mencapai ketinggian dada orang dewasa. Keadaan ini memicu kekhawatiran bagi warga setempat.
Seorang warga setempat, Oding, menjelaskan bahwa banjir bermula dari curah hujan yang tinggi. “Banjir itu terjadi sejak Kamis malam sekitar pukul 23.30 WIB. Awalnya karena hujan turun terus-menerus tanpa henti, lalu air sungai naik dan meluap. Jadi banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi,” katanya.
Akibat kejadian ini, sebanyak 58 kepala keluarga (KK) di Kampung Kendal terdampak banjir. Diperkirakan ada sekitar 50 unit rumah yang terkena dampak banjir. Mayoritas warga terdampak adalah nelayan, sehingga aktivitas melaut mereka terhenti sejak banjir melanda. “Pada umumnya warga di sini nelayan. Sudah hampir tiga sampai empat hari tidak melaut sejak air meluap dan hujan terus turun. Ditambah kondisi ombak sekarang juga ke arah barat,” jelas Oding.
Warga hanya bisa menerima kondisi yang ada dan berharap banjir segera surut agar aktivitas mereka bisa kembali normal. “Paling nanti kami mulai lagi dari awal, seperti menata halaman dan melanjutkan usaha nelayan, lalu beraktivitas seperti biasa,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini tidak ada pilihan lain selain menerima situasi yang sedang terjadi. “Ya mau bagaimana lagi, namanya juga sudah kondisi seperti ini. Mau menyalahkan siapa dan menyesalkan juga percuma,” tambahnya.
Oding berharap ke depannya akan ada penataan sungai dan permukiman agar banjir tidak kembali terulang. Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Harapannya ke depan sungai bisa ditata dengan baik, ada pondasinya, dan permukiman juga tertata rapi. Selain itu, masyarakat juga jangan membuang sampah sembarangan,” tutup Oding.
Komentar
Kirim Komentar