
Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Sektor Pariwisata
Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar ekonomi utama. Hal ini disampaikan saat ia melakukan kunjungan kerja ke dua destinasi wisata unggulan, yaitu Oi Tampuro dan Air Terjun Bidadari, pada Jumat hingga Sabtu (22-23/8/25).
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Selama dua hari kunjungan tersebut, Wabup Irfan diterima dengan hangat oleh para pelaku wisata dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat. Ia menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam pengelolaan pariwisata agar lebih profesional, berdaya saing, serta berkelanjutan.
"Pariwisata adalah aset besar Kabupaten Bima. Keindahan alam yang kita miliki, seperti Oi Tampuro dan Air Terjun Bidadari, harus dikelola dengan baik agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, selain meninjau langsung kondisi destinasi wisata, Wabup Irfan juga berdialog dengan pengelola wisata untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan mereka. Menurutnya, peningkatan fasilitas penunjang wisata menjadi kunci dalam menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Ia menggarisbawahi bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada kualitas layanan dan infrastruktur yang memadai. Dengan demikian, wisatawan akan merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung.
Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Wisata
Selain itu, Wabup Irfan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersihan, keramahan, dan keamanan kawasan wisata. Ia menilai bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga citra dan reputasi destinasi wisata.
"Dengan kebersamaan, Bima dapat menjadi tujuan wisata andalan di Nusa Tenggara Barat," tutupnya.
Pengelolaan pariwisata yang baik tidak hanya meningkatkan daya tarik wisatawan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor pariwisata melalui berbagai program dan kebijakan yang progresif.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Beberapa langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah antara lain:
- Peningkatan infrastruktur jalan menuju destinasi wisata.
- Pelatihan bagi pelaku wisata untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
- Pengembangan produk wisata lokal yang bernilai tambah.
- Penyuluhan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan budaya setempat.
Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan pihak swasta untuk membangun fasilitas umum yang lebih lengkap, seperti area parkir, toilet, dan tempat istirahat. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang semakin meningkat.
Tantangan dan Peluang
Meskipun memiliki potensi besar, sektor pariwisata di Bima masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keamanan kawasan wisata. Selain itu, masalah transportasi dan aksesibilitas juga menjadi kendala utama.
Namun, dengan dukungan dari semua pihak, Bima memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata favorit di wilayah Nusa Tenggara Barat. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta, pariwisata Bima bisa berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Komentar
Kirim Komentar