Lewis Hamilton: Kepala Dingin dan Semangat yang Tak Pernah Padam
Lewis Hamilton, juara tujuh kali Formula 1, tampaknya lebih optimis terhadap tim Ferrari meskipun musim ini tidak berjalan sesuai harapan. Meski ada banyak pemberitaan negatif mengenai performa pembalap asal Inggris tersebut selama kampanye Formula 1 2025, bos tim Ferrari, Fred Vasseur, yakin bahwa semangat Hamilton tetap tinggi.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Musim ini menjadi salah satu yang terburuk dalam kariernya di F1. Hamilton gagal meraih podium untuk pertama kalinya sejak memulai kariernya, sehingga hanya menempati posisi keenam dalam kejuaraan. Ia juga tertinggal 86 poin dari rekan setimnya, Charles Leclerc. Hal ini jelas tidak sesuai dengan ekspektasi awalnya ketika ia bergabung dengan Ferrari.
Dalam beberapa kesempatan, Hamilton menunjukkan kekecewaannya melalui media. Dari wawancara singkat di Sky Sports hingga jawaban satu kata dalam sesi tanya jawab, ia tampak tidak senang dengan situasi yang sedang dihadapinya. Namun, Vasseur percaya bahwa semua ini hanyalah wajah yang ditampilkan di depan publik.
"Ketika Anda keluar di Q1, saya harap pembalap sangat kecewa dengan dirinya sendiri dan dengan tim," ujar Vasseur, merujuk pada saat Hamilton menjadi pembalap Ferrari pertama yang mengalami tiga kali keluar di Q1 secara beruntun dari Vegas ke Abu Dhabi.
Vasseur menilai bahwa sikap seperti itu jauh lebih baik daripada pembalap yang hanya berkata "semuanya normal" di depan kamera. Menurutnya, penting bagi pembalap untuk bekerja sama dengan tim dan mencari solusi bersama.
"Jauh lebih baik memiliki seseorang yang tidak berbicara di depan TV dan kembali ke sesi tanya jawab, berbicara dengan para insinyur, mencoba mencari solusi. Itu adalah sikap yang dimiliki Lewis bahkan ketika dia mengalami momen sulit di bagian terakhir musim ini. Hal ini memberikan energi positif ke dalam tim."
Perubahan Besar dalam Karier Lewis Hamilton
Vasseur memahami betapa sulitnya perubahan besar yang dilakukan Hamilton. Setelah 12 musim yang luar biasa bersama Mercedes, ia memutuskan untuk bergabung dengan Ferrari. Perubahan ini bukanlah hal mudah, dan Vasseur menyadari bahwa ini membutuhkan adaptasi yang signifikan.
"Itu sulit bagi Lewis," tambah Vasseur. "Saya pribadi meremehkan langkah tersebut. Ini bukan karena kami melakukan lebih buruk atau lebih baik, ini karena kami hanya melakukan hal yang berbeda. Ini bukan hanya tentang makanan atau cuaca, tetapi setiap perangkat lunak berbeda, setiap komponen berbeda. Orang-orang di sekitarnya pun berbeda."

Sikap Hamilton di Balik Layar
Meski tampak tidak puas di depan media, Hamilton ternyata sangat memotivasi di belakang layar. Vasseur lebih suka melihat sikap seperti itu, karena menunjukkan komitmen dan kerja keras. Ini menjadi faktor penting dalam menjaga semangat tim, terutama saat Ferrari sedang berusaha meraih gelar pertamanya sejak kejuaraan konstruktor 2008.
"Sekarang, sejujurnya, dan saya memiliki situasi yang sama persis dengan Anda semua, bahwa ketika Anda melompat ke arah saya dan saya turun ke pitwall setelah balapan yang sulit dan Anda memiliki banyak pertanyaan, terkadang saya tidak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu."

Perspektif dari Pembalap Lain
Beberapa pembalap lain, termasuk Max Verstappen, juga menunjukkan keprihatinan terhadap kesulitan yang dialami Hamilton di Ferrari. Mereka melihat bahwa perubahan yang dilakukan oleh Hamilton bisa memengaruhi performa dan motivasinya.
Selain itu, mantan bos Ferrari juga mengungkapkan keyakinannya bahwa dokumen yang dikirimkan Hamilton tidak akan membawa perubahan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi Hamilton tidak hanya terkait dengan masalah teknis, tetapi juga dengan dinamika tim dan lingkungan kerja yang baru.

Komentar
Kirim Komentar