Trump Siap Bahas Tarif dan Isu Taiwan dengan Xi Jinping

Trump Siap Bahas Tarif dan Isu Taiwan dengan Xi Jinping

Isu politik kembali mencuat. Mengenai Trump Siap Bahas Tarif dan Isu Taiwan dengan Xi Jinping, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pertemuan Penting Antara Presiden AS dan Tiongkok

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa pertemuannya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, yang akan diadakan pekan depan, akan menjadi momen penting dalam hubungan bilateral antara kedua negara. Dalam pernyataannya kepada para jurnalis sebelum melakukan perjalanan ke Asia, Trump mengungkapkan bahwa topik utama yang akan dibahas adalah isu perdagangan dan tarif antara AS dan Tiongkok, serta masalah terkait Taiwan.

“Kami memiliki banyak hal untuk dibicarakan dengan Presiden Xi, dan dia juga memiliki banyak hal untuk dibicarakan dengan kami. Saya pikir ini akan menjadi pertemuan yang baik,” ujar Trump. Ia menekankan bahwa diskusi tersebut akan mencakup berbagai aspek penting yang berkaitan dengan hubungan ekonomi dan politik antara dua negara besar tersebut.

Trump juga menyampaikan pandangannya tentang tarif yang saat ini dikenakan terhadap Tiongkok. Menurutnya, tarif sebesar 157 persen tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang. “Saya rasa itu tidak berkelanjutan bagi mereka, dan mereka ingin menurunkannya,” tambahnya. Namun, ia juga menegaskan bahwa AS tetap menginginkan sejumlah konsesi dari pihak Tiongkok dalam kerangka pembicaraan tersebut.

Jadwal Perjalanan Presiden Trump

Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober mendatang, selama Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Korea Selatan. Sebelumnya, Trump akan bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, pada Minggu (26/10), dan menghadiri jamuan makan malam bersama para pemimpin AS-ASEAN.

Setelah itu, Trump akan melanjutkan perjalanan ke Tokyo untuk bertemu dengan Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi. Rencananya, ia akan terbang ke Kota Pelabuhan Busan di Korea Selatan untuk bertemu dengan Presiden Lee Jae-myung, sebelum akhirnya menyampaikan pidato dalam jamuan makan siang CEO APEC dan menghadiri jamuan makan malam para pemimpin AS-APEC.

Fokus Pada Hubungan Bilateral

Dalam rangkaian kunjungan ini, Trump menunjukkan komitmennya untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan berbagai negara di kawasan Asia. Pertemuan-pertemuan ini tidak hanya bertujuan untuk membahas isu-isu perdagangan dan tarif, tetapi juga untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan politik antara AS dengan mitra-mitranya di kawasan.

Selain itu, kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi Trump untuk memperkenalkan visinya tentang hubungan internasional yang lebih stabil dan saling menguntungkan. Dengan adanya pertemuan dengan berbagai pemimpin negara, ia berharap bisa menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk dialog dan kerja sama global.

Kehadiran Di Berbagai Negara

Perjalanan Trump ke Asia tidak hanya terbatas pada satu negara saja. Ia akan mengunjungi beberapa negara penting, termasuk Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan. Setiap kunjungan ini dirancang untuk memperkuat hubungan bilateral dan menjajaki peluang kerja sama baru.

Dalam setiap pertemuan, Trump akan menekankan pentingnya kerja sama ekonomi dan keamanan regional. Hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang AS untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam dinamika geopolitik di kawasan Asia.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar