Tinjauan Film After the Hunt: Kekuasaan dan Kelamnya Dunia Akademik

Tinjauan Film After the Hunt: Kekuasaan dan Kelamnya Dunia Akademik

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai Tinjauan Film After the Hunt: Kekuasaan dan Kelamnya Dunia Akademik, berikut adalah data yang berhasil kami himpun dari lapangan.


Film After the Hunt yang disutradai oleh Luca Guadagnino menawarkan pengalaman sinematografi yang penuh dengan nuansa moralitas abu-abu. Dalam film ini, Julia Roberts dan Andrew Garfield berperan sebagai tokoh utama dalam drama yang kompleks dan penuh tantangan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Film ini terinspirasi dari gaya khas Woody Allen, menghadirkan tema-tema seperti kekuasaan, etika, dan konflik akademik. Penyajian cerita dilakukan dengan gaya yang tegang, memperkuat kesan dramatis yang ingin disampaikan oleh sutradara. Guadagnino dikenal sebagai sutradara yang berani menantang batas-batas moral dalam karya-karyanya, dan After the Hunt tidak berbeda.

Julia Roberts memerankan Alma Imhoff, seorang profesor filsafat di Universitas Yale yang memiliki ambisi kuat untuk meraih posisi sebagai profesor tetap. Namun, ia terjebak dalam krisis moral ketika seorang mahasiswi menuduh Hank Gibson (diperankan oleh Andrew Garfield) melakukan kekerasan seksual. Situasi ini berkembang menjadi konflik etika dan emosional yang menyentuh rahasia masa lalu Alma.

Naskah yang ditulis oleh Nora Garrett mencoba membahas isu-isu penting seperti kekuasaan, kesetaraan gender, dan ketegangan antar generasi dalam lingkungan akademik. Meski demikian, film ini mendapat kritik karena terlalu banyak menggunakan metafora dan dialog yang terkesan dibuat-buat. Meskipun begitu, After the Hunt berhasil menciptakan ketegangan yang membuat penonton terus bertanya-tanya tentang kebenaran yang sesungguhnya.

Penampilan Julia Roberts dinilai sebagai salah satu yang paling berani dalam kariernya. Ia tampil tenang namun penuh lapisan emosi yang kompleks, sementara Garfield memberikan intensitas tinggi pada karakter Hank. Keduanya berhasil menampilkan dinamika yang memikat, meskipun jalan cerita sering terasa berantakan.

Selain itu, musik latar dari Trent Reznor dan Atticus Ross turut memperkuat suasana tegang dalam film ini. Beberapa karakter pendukung seperti Michael Stuhlbarg dan Ayo Edebiri juga memberikan warna tersendiri, meskipun pengembangan karakter mereka terasa kurang mendalam.

After the Hunt mencoba memancing diskusi tentang moralitas dan kebenaran, namun terkadang terlalu sibuk dengan simbolisme yang tidak terselesaikan. Secara keseluruhan, film ini menawarkan atmosfer intelektual yang menggugah, meskipun gagal memberikan penyelesaian yang solid.

Film ini tayang terbatas di bioskop pada 10 Oktober dan akan dirilis secara luas mulai 17 Oktober mendatang. Bagi para penggemar film yang ingin melihat karya-karya yang penuh tantangan, After the Hunt bisa menjadi pilihan yang menarik.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Tinjauan Film After the Hunt: Kekuasaan dan Kelamnya Dunia Akademik. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar