
Universitas Pendidikan Indonesia Bantu Korban Banjir di Sumatera Utara
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban bencana banjir yang terjadi di wilayah Sumatera Utara. Melalui tim tanggap darurat yang dipimpin oleh dr. Pipit Pitriani, M.Kes., Ph.D., UPI mendirikan posko kesehatan di dua desa yang berada di Kecamatan Tanjungpura. Tujuannya adalah untuk memberikan layanan medis intensif bagi warga yang terdampak banjir.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Tim medis UPI tidak hanya menangani penyakit umum pasca-banjir seperti infeksi kulit dan hipertensi, tetapi juga menghadirkan inovasi pengobatan berupa intervensi nyeri. Layanan spesialis ini ditangani langsung oleh pakar ortopedi, dr. Alif Noeriyanto Rahman, Sp.OT., FIPM., beserta tim ahli lainnya. Dengan pendekatan ini, masyarakat dapat memperoleh perawatan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
dr. Pipit Pitriani menjelaskan bahwa banyak warga mengalami keluhan nyeri syaraf akibat aktivitas fisik berat selama masa darurat banjir. Aktivitas tersebut tidak biasa mereka lakukan sehari-hari. Untuk menangani kendala nyeri tersebut, tim medis menggunakan perangkat Ultrasonografi (USG) guna menegakkan diagnosa medis yang akurat. Setelah itu, pasien diberikan medikasi baik melalui prosedur suntik maupun obat oral.
Layanan yang berlangsung dari pagi hingga malam hari ini disambut antusias oleh masyarakat. Tercatat sedikitnya 200 pasien datang memeriksakan diri untuk mendapatkan penanganan medis secara cuma-cuma. Selain memberikan pengobatan, UPI juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako untuk meringankan beban ekonomi warga.
Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor UPI Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si. Dalam pelaksanaannya, UPI berkolaborasi dengan posko Universitas Sumatera Utara (USU) untuk memastikan pendistribusian sembako tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.
Ekspansi Misi Kemanusiaan ke Aceh Tamiang
Setelah menuntaskan misi di Langkat, Tim Kesehatan UPI dijadwalkan akan segera bergerak menuju wilayah Aceh Tamiang. Misi selanjutnya tetap fokus pada pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan pengobatan spesialis nyeri bagi korban banjir di sana.
"Saat ini kami terus berkoordinasi secara intensif agar jangkauan layanan kami lebih luas, terutama bagi warga di pelosok yang hingga kini belum mendapatkan akses kesehatan yang memadai," pungkas dr. Pipit.
Dengan langkah-langkah yang diambil, UPI menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana. Keberadaan posko kesehatan dan bantuan logistik menjadi bukti nyata bahwa universitas tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Kolaborasi dengan lembaga lain seperti USU memperkuat upaya UPI dalam memberikan bantuan yang lebih efektif dan merata. Hal ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama antar institusi dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam waktu dekat, UPI akan terus memperluas cakupan layanan kesehatan dan bantuan logistik ke daerah-daerah lain yang membutuhkan. Dengan demikian, harapan besar dipegang bahwa bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.
Komentar
Kirim Komentar