Tidak Ada Gejala Khas, Deteksi Kanker Darah Selalu Terlambat

Tidak Ada Gejala Khas, Deteksi Kanker Darah Selalu Terlambat

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Tidak Ada Gejala Khas, Deteksi Kanker Darah Selalu Terlambat, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
Featured Image

Kanker Darah Multiple Myeloma yang Masih Diketahui Sedikit oleh Masyarakat

Kanker darah terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah multiple myeloma (MM). Meskipun sama-sama termasuk kanker darah, MM tidak sepopuler leukemia. Hal ini menyebabkan tingkat kesadaran masyarakat tentang penyakit ini masih rendah. Penyakit ini berkembang pada sel plasma yang terdapat di sumsum tulang.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut Prof. Ikhwan Rinaldi Sp.PD, KHOM, kanker ini disebut "multiple" karena bisa menyerang berbagai area tubuh. "Penyakit ini menyerang bagian tubuh yang memiliki sumsum tulang aktif, seperti tulang belakang, tulang tengkorak, panggul, tulang rusuk, serta sekitar bahu dan pinggul," jelasnya dalam acara media edukasi yang memperingati Bulan Kesadaran Kanker Darah 2025.

Produksi sel plasma yang berlebihan dapat mengganggu produksi darah normal. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan tulang hingga patah tulang dan kadar kalsium tinggi dalam darah. Pasien juga bisa mengalami anemia, infeksi berulang, perdarahan, atau bahkan kerusakan ginjal.

Karena gejala yang tidak spesifik, sebagian besar kasus MM di Indonesia ditemukan pada stadium lanjut. Santyna, salah satu pasien yang berhasil sembuh dari kanker MM, awalnya hanya merasakan nyeri pinggang. "Saya senang bermain bulu tangkis, jadi saya pikir itu karena salah gerak dan masalah saraf biasa. Saya coba pijat dan rasa sakitnya hilang," ceritanya.

Namun, nyeri tersebut tidak kunjung hilang dan diikuti dengan kesulitan mengangkat tangan kanan. Akhirnya, ia memeriksakan diri ke dokter. Awalnya, hasil MRI menunjukkan osteoporosis. Tapi setelah melakukan PET-scan, akhirnya didiagnosis sebagai multiple myeloma.

Pemeriksaan yang Diperlukan untuk Diagnosis

Diagnosis multiple myeloma tidak bisa dilakukan hanya dengan satu tes. Menurut Prof. Ikhwan, pemeriksaan melibatkan tes darah, rontgen, PET scan, hingga pengambilan sampel sumsum tulang. Dari tes darah lengkap, dokter bisa melihat tanda-tanda kerusakan ginjal, kadar kalsium, maupun anemia akibat kelebihan produksi sel plasma.

Untuk memastikan diagnosis, dokter sering kali meminta pasien melakukan PET scan dan bone marrow puncture (BMP) untuk mengambil cairan sumsum tulang. Prof. Ikhwan mengungkapkan bahwa kadang gejala yang dialami pasien tidak langsung mengarah ke kanker MM, sehingga diagnosis membutuhkan waktu lama dan pemeriksaan yang lebih lengkap.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementrian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid, menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri masih rendah. Untuk itu, pemerintah melalui program cek kesehatan gratis ingin mendorong masyarakat agar lebih aktif melakukan skrining dan deteksi dini.

Selain itu, saat ini jumlah alat PET-CT Scan telah meningkat dari tiga unit menjadi 25 unit pada tahun 2025. Selain itu, sistem klaim BPJS juga diperbaiki agar akses diagnosis dan pengobatan lebih cepat.

Pengobatan Kanker Darah Multiple Myeloma

Saat ini, tersedia berbagai pilihan terapi untuk pasien kanker MM di Indonesia, baik secara oral maupun infus. Menurut Prof. Ikhwan, pengobatan kanker MM kini sudah sangat berkembang. Dulu, fokus pengobatan adalah menghancurkan sel plasma dengan kemoterapi. Sekarang, pilihan pengobatan mencakup kortikosteroid, imunomodulator, hingga terapi inovatif seperti terapi target.

Terapi target berupa obat oral yang dikonsumsi harian di rumah, seperti proteasome inhibitor, sangat membantu pasien karena tidak perlu menghabiskan waktu lama di rumah sakit. Dengan perkembangan terapi ini, peluang pasien untuk menjaga kualitas hidup mereka semakin besar.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar