Tepuk Sakinah Viral, 2 Bapak-Bapak Bocorkan Respons Tak Terduga Calon Pengantin

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Tepuk Sakinah Viral, 2 Bapak-Bapak Bocorkan Respons Tak Terduga Calon Pengantin. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.
Tepuk Sakinah Viral, 2 Bapak-Bapak Bocorkan Respons Tak Terduga Calon Pengantin

Gerakan Tepuk Sakinah di KUA Menteng, Jakarta Pusat

Sebuah video yang menampilkan gerakan Tepuk Sakinah kini sedang viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan para petugas KUA Menteng, Jakarta Pusat, melakukan gerakan yang disampaikan dengan penuh semangat dan antusiasme. Meski awalnya membuat banyak netizen tertawa, gerakan ini justru menjadi perbincangan hangat dan menarik perhatian banyak orang.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Para petugas KUA Menteng mengaku tidak terlalu merespons secara berlebihan terhadap komentar-komentar yang muncul. Menurut Abdul Hakim, salah satu petugas KUA yang tampil dalam video tersebut, mereka hanya menjawab dengan santai dan penuh tawa. Ia menyatakan bahwa setiap hal pasti memiliki pro dan kontra, dan hal itu wajar terjadi.

Namun, ia juga menegaskan bahwa niat dari gerakan Tepuk Sakinah bukan untuk sekadar lucu-lucuan. Gerakan ini diciptakan sebagai cara yang lebih menyenangkan dalam menyampaikan materi bimbingan perkawinan (binwin) kepada calon pengantin (catin). Dalam sesi binwin, seringkali peserta datang dengan wajah tegang dan duduk lama mendengarkan materi. Oleh karena itu, gerakan ini diharapkan dapat membuat suasana lebih rileks dan nyaman.

Tepuk Sakinah terdiri dari lima pilar yang menjadi dasar keluarga harmonis. Lima pilar tersebut mencakup pentingnya saling mencintai, bermusyawarah, serta menerima kelebihan dan kekurangan pasangan. Pesan-pesan ini disampaikan melalui irama lagu dan tepuk tangan, sehingga membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan dinamis.

Hakim menjelaskan bahwa tujuan utama dari gerakan ini adalah sebagai ice-breaking atau pembuka suasana. Ia menekankan bahwa niat mereka sama sekali tidak merendahkan. Justru, gerakan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi dan merasa lebih nyaman selama proses belajar.

Menurutnya, para catin yang mengikuti sesi tersebut justru sangat antusias. Mereka merasa senang karena bisa menerima materi sambil bermain dan bersenang-senang. u201cJadi, ice-breakingnya enak. Bisa berdiri semua, tepuk tangan. Kalau diam aja kan suntuk,u201d ujarnya.

Gerakan Tepuk Sakinah ini membuktikan bahwa pendidikan dan penyampaian materi bisa dilakukan dengan cara yang lebih kreatif dan menyenangkan. Selain itu, ini juga menunjukkan bagaimana para petugas KUA Menteng berusaha memberikan layanan terbaik dengan tetap menjaga suasana yang ramah dan menyenangkan.

Dengan adanya gerakan ini, diharapkan para calon pengantin tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang perkawinan, tetapi juga merasa lebih dekat dengan materi yang disampaikan. Hal ini tentu akan berdampak positif pada kualitas bimbingan yang diberikan dan meningkatkan pemahaman para peserta.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar