
aiotrade
- Pesawat terbang menjadi pilihan utama untuk perjalanan jarak jauh, baik untuk liburan maupun mudik. Alasannya karena lebih aman dan cepat dibandingkan transportasi darat. Namun, perjalanan udara juga memiliki tantangan tersendiri. Selain biaya yang lebih mahal, tubuh manusia yang biasa berada di darat sering kali merasa tidak nyaman saat berada di ketinggian.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Salah satu keluhan umum yang sering dialami adalah telinga yang terasa berdenging atau tersumbat akibat perubahan tekanan udara secara tiba-tiba. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan sebutan ear barotrauma atau aerotitis.
Apa Itu Ear Barotrauma?
Ear barotrauma terjadi ketika telinga tengah terdampak oleh perubahan tekanan udara atau air secara signifikan. Kondisi ini biasanya dialami saat seseorang berada dalam penerbangan, menggunakan lift di gedung tinggi, atau menyelam ke dalam air. Saat pesawat lepas landas atau mendarat, terjadi ketidakseimbangan antara tekanan udara di lingkungan dengan tekanan di dalam telinga. Akibatnya, gendang telinga (membran timpani) tidak dapat bergetar secara normal. Meski umumnya bersifat sementara, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang mengganggu.
Gejala yang Sering Terjadi
Gejala umum yang sering dirasakan meliputi: * Rasa tidak nyaman di telinga
Telinga terasa tersumbat
Pendengaran terganggu hingga hilang
Dalam kasus yang lebih berat, penderita mungkin mengalami: * Rasa nyeri tinggi
Terasa tekanan di telinga
Hilangnya pendengaran
Telinga mendenging
Vertigo
* Pendarahan di telinga
Sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila gejala-gejala tersebut bertahan selama berhari-hari.
Kondisi yang Beresiko Terkena
Selain dipicu oleh perubahan ketinggian, risiko ear barotrauma meningkat apabila Anda sedang mengalami demam, flu, atau alergi yang menyebabkan hidung tersumbat. Kondisi ini memicu peradangan pada saluran eustachius—saluran penghubung telinga tengah dan tenggorokan, sehingga telinga sulit menyeimbangkan tekanan.
Bayi dan anak-anak kecil cenderung lebih mudah atau sering mengalami kondisi ini karena saluran eustachius yang lebih kecil. Orang-orang yang memiliki bentuk atau keabnormalan pada tubuh, seperti polip hidung, septum hidung bengkok, dan lain-lain, juga lebih rentan terhadap aerotitis. Di saat yang sama, mereka yang memiliki infeksi atau penyakit pada pendengaran juga lebih rentan terhadap kondisi ini.
Cara Menghindari atau Mengobati
Ada berbagai cara untuk mencegah dan mengobati aerotitis, beberapa di antaranya adalah: * Saat hendak terbang atau mendarat, sebaiknya kita masih terjaga.
Buat gerakan menelan, mengunyah atau menguap, terutama saat hendak terbang atau mendarat.
Jangan terbang saat mengalami infeksi pada pernapasan atau pendengaran.
Minum obat alergi sekitar satu jam sebelum lepas landas.
Praktekan Gerakan Valsalva: cubit hidung agar menutup, lalu tiup melalui hidung perlahan-lahan. Pastikan mulut menutup. Lakukan beberapa kali, terutama saat mendarat.
* Gunakan semprotan hidung untuk mengurangi hidung tersumbat.
Komentar
Kirim Komentar