Tegangan antariksa global memuncak, intelijen Barat khawatir senjata Rusia targetkan Starlink

Tegangan antariksa global memuncak, intelijen Barat khawatir senjata Rusia targetkan Starlink

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Tegangan antariksa global memuncak, intelijen Barat khawatir senjata Rusia targetkan Starlink yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.


Pengembangan senjata antariksa oleh Rusia menjadi topik yang menarik perhatian dunia, terutama setelah intelijen Barat mengungkap kecurigaan bahwa negara tersebut sedang membangun senjata baru yang ditujukan untuk melumpuhkan jaringan satelit Starlink. Senjata ini disebut sebagai zone-effect weapon, yang bekerja dengan menyebarkan ratusan ribu fragmen logam mikro berdensitas tinggi ke orbit rendah Bumi.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Ruang Angkasa sebagai Medan Kontestasi Strategis

Ruang angkasa kini semakin menjadi medan persaingan geopolitik yang penting. Teknologi komersial seperti Starlink, yang dikembangkan oleh Elon Musk, serta proyek-proyek serupa dari tokoh-tokoh teknologi lainnya seperti Jeff Bezos, semakin memperkuat posisi mereka dalam dunia politik global. Kecurigaan tentang pengembangan senjata antariksa oleh Rusia menunjukkan betapa pentingnya kontrol atas ruang angkasa bagi keamanan nasional dan kepentingan ekonomi.

Menurut laporan dari The Associated Press, dua badan intelijen NATO mengungkapkan kekhawatiran terhadap kemungkinan adanya senjata antariksa yang dikenal sebagai zone-effect weapon. Sistem ini dirancang untuk menciptakan awan serpihan di orbit rendah Bumi, yang dapat merusak atau melumpuhkan banyak satelit sekaligus, termasuk jaringan Starlink milik Musk.

Dampak pada Starlink dan Komunikasi Ukraina

Starlink telah menjadi tulang punggung komunikasi di Ukraina selama konflik berlangsung. Ribuan satelit yang berada di orbit rendah Bumi memberikan layanan internet dan koordinasi militer yang sangat penting, terutama ketika infrastruktur darat rusak akibat serangan Rusia. Jika senjata ini benar-benar digunakan, dampaknya bisa sangat besar, tidak hanya terhadap aset komersial Barat tetapi juga terhadap stabilitas global.

Namun, beberapa analis meragukan kelayakan sistem ini. Victoria Samson dari Secure World Foundation menyatakan skeptisisme terhadap kemungkinan Rusia benar-benar mengembangkan senjata semacam ini. Menurutnya, risiko kolateral yang terlalu besar akan sulit dikendalikan.

Pandangan dari Pihak Militer dan Analis

Brigadir Jenderal Christopher Horner, Komandan Divisi Antariksa Kanada, menilai skenario ini tidak sepenuhnya tidak masuk akal. Ia menyatakan bahwa jika Rusia mampu mengembangkan senjata nuklir berbasis antariksa, maka senjata yang lebih ringan tetapi tetap merusak juga bisa menjadi kemampuan mereka.

Sementara itu, Clayton Swope dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyoroti risiko besar dari sistem ini. Ia menjelaskan bahwa jika awan fragmen logam mikro dilepaskan, maka setiap satelit yang berada di wilayah tersebut akan terkena dampaknya. Swope menilai sistem ini lebih mirip dengan "senjata ketakutan" yang bertujuan untuk menciptakan efek gentar daripada benar-benar digunakan.

Pertimbangan Biaya dan Konsekuensi

Para ahli juga menilai bahwa biaya strategis dari penggunaan senjata ini bisa terlalu mahal bagi Rusia sendiri. Victoria Samson menekankan bahwa Rusia telah menginvestasikan sumber daya besar untuk menjadi kekuatan antariksa, dan penggunaan senjata seperti ini akan membuat mereka kehilangan akses ke ruang angkasa.

Kesimpulan

Ancaman ini menegaskan bahwa dominasi teknologi antariksa kini sama krusialnya dengan kekuatan di darat dan laut. Pengembangan senjata antariksa oleh Rusia menunjukkan betapa kompleksnya dinamika geopolitik di era modern, di mana ruang angkasa menjadi medan pertarungan baru yang penuh tantangan.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar