
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kegagalan Timnas Thailand di SEA Games 2025
Presiden Federasi Sepak Bola Thailand (FAT), Madam Pang, mengalami kekecewaan besar setelah tim nasional negaranya gagal meraih kemenangan dalam empat cabang olahraga yang ditargetkan di SEA Games 2025. Sebelum gelaran tersebut dimulai, ia menetapkan target medali emas untuk sepak bola putra, sepak bola putri, futsal putra, dan futsal putri. Namun, hasil yang diraih jauh dari harapan.
Sepak Bola Putri: Gagal di Babak Akhir
Peristiwa mengecewakan pertama terjadi di cabang sepak bola putri. Timnas Putri Thailand memiliki lawan yang relatif mudah di babak penyisihan grup dan sempat unggul atas Filipina di semifinal. Namun, mereka kebobolan di menit-menit akhir dan akhirnya kalah dalam drama adu penalti dengan skor 2-4. Di babak perebutan medali perunggu, Thailand berhasil mengalahkan Timnas Putri Indonesia dengan skor 2-0. Meski memperoleh medali perunggu, kegagalan meraih emas tetap menjadi duka bagi para penggemar sepak bola Thailand.
Futsal Putri: Kekalahan yang Tidak Terduga
Di cabang futsal putri, Thailand juga mengalami kejutan. Timnas Futsal Putri Thailand, yang dianggap lebih unggul, secara tak terduga kalah dari Timnas Futsal Putri Indonesia di semifinal. Usai bermain imbang dengan skor 4-4, Thailand kalah dari Indonesia di babak adu penalti dengan skor 6-7. Medali emas futsal putri diraih oleh Vietnam, yang mengalahkan Indonesia 5-0 di final. Kekalahan ini menunjukkan bahwa persaingan di cabang futsal semakin ketat dan Thailand tidak lagi menjadi dominan.
Sepak Bola Putra: Comeback Spektakuler Vietnam
Kekalahan menyedihkan lainnya terjadi di cabor sepak bola putra. Timnas U-22 Thailand sudah unggul dua gol atas Timnas U-22 Vietnam pada pertandingan final yang baru berjalan sekitar 30 menit. Namun, Timnas U-22 Vietnam berhasil melakukan comeback spektakuler di babak kedua dan mengakhiri pertandingan dengan skor 3-2 pada perpanjangan waktu. Kekalahan tersebut membuat Thailand harus puas dengan medali perak, sementara Vietnam asuhan Kim Sang-sik mengangkat trofi.
Futsal Putra: Kekalahan Telak di Final
Pasca deretan kegagalan tersebut, harapan terakhir bagi Thailand untuk meraih medali emas ada pada cabor futsal putra. Dengan keunggulan poin (9), Timnas Futsal Thailand hanya membutuhkan hasil imbang melawan Timnas Futsal Indonesia (6) di partai final untuk mengamankan posisi puncak klasemen. Akan tetapi, Thailand justru menelan kekalahan pada pertandingan tersebut. Tim Gajah Perang dihajar oleh Timnas Futsal Indonesia dengan skor telak 1-6. Itu menjadi pertama kalinya dalam sejarah SEA Games, medali emas futsal putra lepas dari genggaman Thailand dan jatuh ke tangan Indonesia.
Dampak pada Masa Jabatan Madam Pang
Penampilan mengecewakan tim nasional Thailand di SEA Games 2025 telah membuat masa jabatan Madam Pang sebagai Presiden FAT semakin sulit. Sebelumnya, ia harus menghadapi gugatan hukum di mana asosiasi tersebut kalah dan terpaksa memberikan kompensasi kepada mitranya sebesar 360 juta baht (sekitar Rp191,2 miliar). Kegagalan di SEA Games 2025 diperkirakan akan memperburuk situasi internal FAT dan meningkatkan tekanan terhadap kepemimpinan Madam Pang.
Komentar
Kirim Komentar