Suzuki GSX-R1000R Balap Bisa Pakai Etanol 100 Persen

Suzuki GSX-R1000R Balap Bisa Pakai Etanol 100 Persen

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Suzuki GSX-R1000R Balap Bisa Pakai Etanol 100 Persen yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Penggunaan Etanol dalam Balap Motor: Langkah Suzuki Menuju Keberlanjutan

Beberapa waktu lalu, publik di Indonesia tengah heboh dengan bensin etanol. Namun di luar negeri, penggunaan etanol sudah dianggap wajar. Bahkan Suzuki menampilkan salah satu motor balap andalannya pada ajang EICMA 2025 di Milan, Italia, yang bisa minum etanol hingga 100 persen!

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Motor ini adalah Suzuki GSX-R1000R milik Team Suzuki CN Challenge. Motor superbike tersebut sempat berlaga di kelas Experimental pada balap ketahanan 46th Suzuka 8 Hours Endurance Race 2025 yang menjadi bagian dari FIM Endurance World Championship (EWC), berlangsung 1–3 Agustus 2025 di Sirkuit Suzuka, Jepang.

Menariknya, GSX-R1000R versi balap ini dirancang untuk menggunakan bahan bakar berkelanjutan berupa biofuel atau etanol dengan kadar hingga 100 persen. Peningkatan signifikan ini menjadi tantangan besar sekaligus langkah konkret Suzuki dalam menekan beban lingkungan tanpa mengorbankan performa balap.

Pada musim sebelumnya, Suzuki CN Challenge masih menggunakan bahan bakar dengan kandungan bio-sourced sekitar 40 persen. Dengan peningkatan ke tingkat 100 persen, tim ini mencoba menguji kemampuan mesin dan sistem bahan bakar dalam kondisi ekstrem. Ini juga menjadi bukti komitmen Suzuki terhadap inovasi teknologi ramah lingkungan.

Team Suzuki CN Challenge yang mayoritas beranggotakan karyawan Suzuki menargetkan peningkatan daya saing sekaligus reduksi emisi. Dengan pendekatan ini, mereka tidak hanya ingin meraih hasil yang lebih baik dalam balapan, tetapi juga memberikan contoh nyata tentang bagaimana industri otomotif dapat berkontribusi pada lingkungan.

Bersama mitra teknis seperti Yoshimura Japan, tim ini membidik hasil yang lebih baik dari pencapaian musim lalu, yakni finis di posisi kedelapan secara keseluruhan. Kemitraan ini memperkuat kemampuan teknis dan strategi balap, serta memastikan bahwa setiap perbaikan dilakukan dengan prinsip keberlanjutan.

President Suzuki Motor Corporation, Toshihiro Suzuki, menegaskan partisipasi ini merupakan bagian dari pengembangan teknologi keberlanjutan perusahaan. Ia menilai bahwa balapan bukan hanya tentang kecepatan dan prestasi, tetapi juga sebagai wadah untuk menguji dan menerapkan solusi inovatif yang bisa diterapkan dalam produksi massal.

Sementara itu, Tsuyoshi Tanaka, Executive General Manager Motorcycle Operations, menyebut keikutsertaan di Suzuka 8 Hours menjadi langkah penting menuju masa depan mesin pembakaran internal yang lebih ramah lingkungan. Ia menambahkan bahwa ajang balap ketahanan ekstrem seperti Suzuka 8 Hours memberikan peluang besar untuk inovasi teknologi. Dengan kondisi balap yang sangat keras, semua komponen kendaraan diuji secara maksimal, sehingga memberikan data dan pengalaman berharga untuk pengembangan produk di masa depan.

Komitmen Suzuki terhadap penggunaan bahan bakar berkelanjutan menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada tanggung jawab lingkungan. Dengan adanya inisiatif seperti GSX-R1000R yang bisa menggunakan etanol 100 persen, Suzuki membuktikan bahwa keberlanjutan dan performa bisa berjalan seiring.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar