
Strategi Ekspansi dan Peningkatan Kinerja Perusahaan di Tengah Tahun 2025
Empat bulan sebelum akhir tahun 2025 menjadi momen penting bagi berbagai perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan mencapai target yang telah ditetapkan. Banyak emiten dari berbagai sektor mengambil langkah strategis untuk memperkuat bisnis mereka, termasuk ITMG, MEDC, DMAS, ASRI, dan CLEO.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pengembangan Bisnis di Sektor Pertambangan
Di sektor pertambangan, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) terus memperkuat bisnis intinya sebagai perusahaan tambang batu bara. Direktur Utama ITMG, Mulianto, menyatakan bahwa perseroan akan menyalurkan dana untuk meningkatkan kapasitas produksi guna mendukung pertumbuhan ke depan. Fokus utama belanja modal adalah pengembangan infrastruktur di area penambangan, seperti pelabuhan muat batu bara dan jalan-jalan transportasi.
Target volume produksi pada 2025 ditetapkan antara 20,8 juta hingga 21,9 juta ton batu bara. Direktur ITMG Yulius Kurniawan Gozali optimistis bahwa produksi pada semester II/2025 akan lebih tinggi dibandingkan semester pertama. Ia juga mengharapkan stabilitas harga batu bara akan meningkatkan pendapatan perusahaan.
Penyesuaian Target Produksi di Sektor Energi
PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) juga melakukan revisi target produksi minyak dan gas (migas) dari 145-150 million barrels of oil equivalent per day (mboepd) menjadi 155-160 mboepd pada 2025. Revisi ini dilakukan setelah MEDC mengakuisisi Fortuna International (Barbados) Inc. dari Repsol E&P, yang meningkatkan hak partisipasi di Blok PSC Corridor dari 46% menjadi 70%. Dengan aksi korporasi tersebut, estimasi produksi migas MEDC diestimasi mencapai 180 mboepd pada kuartal IV/2025.
Ekspansi di Sektor Logistik
Di sektor logistik, PT Trimitra Trans Persada Tbk. (BLOG) atau B-LOG mempercepat ekspansi setelah meraih dana IPO senilai Rp140,81 miliar pada Juli 2025. Dana tersebut dialokasikan sekitar 67% untuk pembangunan tiga cold storage melalui anak perusahaan di Tangerang, Pontianak, dan Makassar, serta 33% untuk pembelian armada kendaraan pendingin dan kering.
Saat ini, gudang di Tangerang sedang dalam proses pembangunan, sementara Makassar dan Pontianak masih dalam tahap persiapan. Cold storage Bandung telah selesai dan direncanakan beroperasi penuh pada September 2025. Pengembangan cold storage Boyolali masih dalam progres.
Total belanja modal BLOG pada tahun ini mencapai Rp500 miliar, dengan komposisi Rp300 miliar untuk pembelian armada dan Rp200 miliar untuk pembangunan gudang. Direktur Utama B-LOG Maickel Tilon menyebutkan bahwa strategi utama perusahaan adalah penguatan jaringan, pengembangan SDM, dan sistem teknologi.
Ekspansi di Sektor Konsumer
Di sektor konsumer, PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) melakukan ekspansi jaringan pabrik dan distribusi di seluruh Indonesia. Tahun ini, CLEO berencana menyelesaikan tiga pabrik di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru. Setelah operasi pabrik baru tersebut, total pabrik AMDK milik CLEO akan mencapai 35 pabrik.
CEO CLEO, Melisa Patricia, menyatakan bahwa ekspansi dan inovasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menyediakan produk yang dekat dengan masyarakat dan sesuai kebutuhan.
Strategi Belanja Modal di Sektor Properti
Dua emiten properti, PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), juga merancang strategi untuk memperluas usaha hingga akhir tahun ini. ASRI mengalokasikan belanja modal sekitar Rp150 miliar hingga Rp200 miliar per tahun untuk mengakuisisi lahan baru. Sampai saat ini, ASRI telah menggelontorkan Rp96 miliar untuk pengembangan Alam Sutera 2 dan land bank di Suvarna Sutera.
BSDE mengalokasikan belanja modal sebesar Rp3 triliun hingga Rp4 triliun sepanjang 2025. Hingga paruh pertama, realisasi capex mencapai Rp2,2 triliun, digunakan untuk infrastruktur, akuisisi tanah, dan pengembangan properti investasi. BSDE juga agresif meluncurkan produk baru, seperti klaster hunian Armont dan Eona Elyon di BSD City, ruko Xlane, Asterra Business Park, serta Nava Park Business Suites.
Komentar
Kirim Komentar