Songkolo bagadang, sajian khas Makassar yang selalu hadir di malam pergantian tahun

Songkolo bagadang, sajian khas Makassar yang selalu hadir di malam pergantian tahun

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Songkolo bagadang, sajian khas Makassar yang selalu hadir di malam pergantian tahun. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

CHANELSULSEL.COM - Saat sebagian kota mulai terlelap, sejumlah sudut Kota Makassar justru tetap hidup.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Aroma nasi ketan hangat bercampur santan dan lauk sederhana menyeruak dari lapak-lapak kecil di pinggir jalan. Di sanalah Songkolo Bagadang hadir sebagai teman setia warga yang memilih terjaga hingga larut malam.

Di tengah gempuran kuliner modern dan jajanan kekinian, Songkolo Bagadang tetap bertahan sebagai tradisi kuliner malam yang lekat dengan budaya masyarakat Makassar.

Ia bukan sekadar pengganjal lapar, melainkan bagian dari kebiasaan begadang—entah untuk bekerja, berkumpul, atau sekadar menghabiskan malam panjang.

Tradisi Kuliner dari Kebiasaan Begadang

Songkolo Bagadang adalah nasi ketan yang dimasak dengan santan hingga pulen dan gurih. Biasanya dibentuk sederhana lalu disajikan bersama lauk seperti ikan teri goreng, sambal, kelapa parut manis, atau gula merah cair.

Makanan ini dikenal mengenyangkan dan memberi energi, sangat cocok untuk mereka yang beraktivitas hingga larut malam.

Tradisi ini diyakini sudah ada sejak lama, berawal dari kebutuhan para pekerja malam—nelayan, buruh pasar, hingga penjaga malam—yang membutuhkan asupan makanan tahan lama dan padat energi.

Kesederhanaan yang Mengikat Kebersamaan

Songkolo bagadang kerap dinikmati sambil duduk santai di warkop, emperan jalan, atau rumah warga. Disajikan hangat, sering dibungkus daun pisang, makanan ini menciptakan suasana akrab yang sulit tergantikan.

Hingga kini, songkolo bagadang masih mudah ditemukan di berbagai sudut Makassar, terutama pada malam hari. Keberadaannya menjadi bukti bahwa tradisi kuliner sederhana tetap punya tempat di tengah perubahan zaman.***

 

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor manusia untuk kenyamanan pembaca.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar