Sinopsis Film Lost in Translation: Dua Jiwa Terasing Bertemu di Tokyo

Sinopsis Film Lost in Translation: Dua Jiwa Terasing Bertemu di Tokyo

Kabar dunia hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Sinopsis Film Lost in Translation: Dua Jiwa Terasing Bertemu di Tokyo tengah menjadi perhatian global. Berikut laporan selengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pengenalan Film Lost in Translation

Lost in Translation adalah film komedi drama yang disutradarai serta ditulis oleh Sofia Coppola. Dirilis pada tahun 2003, film ini dibintangi oleh Bill Murray dan Scarlett Johansson sebagai pemeran utama. Film ini mengangkat tema tentang isolasi, komunikasi, dan hubungan antar manusia dalam lingkungan yang asing.

Bob, seorang aktor berusia 55 tahun yang kini sedang mengalami penurunan popularitasnya, tiba di Tokyo untuk syuting iklan senilai $2 juta. Saat tiba, ia disambut oleh kru Jepang yang antusias. Ia juga menerima faks dari istrinya, Lydia, yang mengingatkannya bahwa ia melewatkan ulang tahun putra mereka. Perasaan kesepian dan kehilangan mulai menghiasi hati Bob.

Di dalam lift, dikelilingi lautan wajah tanpa ekspresi, Bob sekilas melihat Charlotte, seorang perempuan berusia 25 tahun yang tampak terjebak dalam dunianya sendiri. Sementara itu, Charlotte menemani suaminya, John, seorang fotografer sibuk yang selalu sibuk dengan pekerjaannya. Charlotte merasa semakin terisolasi di hotel mewah tempat mereka menginap.

Pertemuan Tak Terduga

Seiring berlalunya waktu, pertemuan tak terduga antara Bob dan Charlotte di bar hotel memicu percakapan yang bermakna. Mereka mulai lebih sering bertemu, entah disengaja atau tidak, dan ikatan mereka semakin erat di setiap pertemuan.

Suatu malam, Charlotte mengundang Bob ke sebuah pesta, tempat mereka berbagi tawa dan larut dalam momen tersebut. Saat mereka saling terbuka, Charlotte mencurahkan kekhawatirannya tentang masa depannya yang tak menentu, sementara Bob dengan jujur mengungkapkan kerumitan pernikahannya sendiri yang bermasalah.

Kemudian, saat mencoba mengkomunikasikan perasaannya kepada Lydia melalui telepon, ia justru menghadapi ketidakpedulian Lydia, yang membuatnya semakin patah hati. Charlotte berangkat ke Kyoto, dan Bob mendapati dirinya menjadi bintang tamu di sebuah acara televisi Jepang yang remeh.

Hubungan yang Tidak Sepenuhnya Lengkap

Kembali di bar hotel, mencari pengalih perhatian, Bob terlibat dalam hubungan singkat dengan seorang penyanyi, tetapi merasa hampa setelahnya, terutama ketika Bob kemudian makan siang yang mengecewakan dengan Charlotte. Pada malam terakhir mereka bersama, Bob mengungkapkan kerinduannya untuk tinggal di Tokyo bersamanya, menyadari keinginan mereka dibumbui dengan fantasi romantis. Mereka berbagi momen mesra, berpegangan tangan dan berbagi ciuman lembut perpisahan, namun hati mereka dibebani kata-kata yang tak terucapkan.

Keesokan paginya, saat Bob bersiap untuk pergi, ia mengumpulkan keberanian untuk bertemu Charlotte untuk terakhir kalinya. Perpisahan mereka terasa canggung dan dipenuhi keraguan, yang berpuncak pada pelukan hangat saat ia bergegas menghampiri Charlotte. Di saat yang penuh dengan emosi, mereka berbagi ciuman lembut, sebuah perpisahan yang mengharukan, sementara hati Bob terangkat saat ia menatap cakrawala Tokyo dari mobil, merasakan kegembiraan yang baru ditemukan.

Keindahan Jepang dalam Sinematografi

Mengambil latar Negara Jepang untuk pembuatan filmnya, Lost in Translation (2003) menampilkan banyak sekali keindahan tentang Jepang melalui sinematografinya. Film ini menunjukkan kemegahan salah satu kuil di sana ketika Charlotte berkunjung, serta kepadatan Shibuya Crossing serta berbagai pusat-pusat hiburan yang ada di Jepang.

Film ini juga menampilkan beberapa budaya Jepang seperti seni merangkai bunga (ikebana) dan kemunculan geisha, yang tak banyak orang bisa dapat kesempatan untuk melihatnya. Pada adegan ketika memperlihatkan geisha, pengambilan gambar dilakukan dengan memfokuskan kamera pada wajah geisha dan riasannya yang sangat khas.

Kesimpulan

Secara keseluruhan Lost in Translation (2003), merupakan film drama romantis dengan alur dan perasaan yang lambat dan pelan. Film ini bertahan sebagai contoh sinema yang mempercayai kekuatan keheningan, akting, dan pengamatan yang tajam. Dengan alur cerita yang sederhana namun dalam, film ini berhasil menyentuh hati penonton dan menjadi salah satu karya terbaik Sofia Coppola.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Simak terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar