
Perubahan Signifikan dalam Operasional TikTok di Amerika Serikat
TikTok, yang kini menjadi salah satu aplikasi media sosial paling populer di dunia, menghadapi perubahan besar dalam operasionalnya di wilayah Amerika Serikat (AS). Setelah beberapa tahun ketegangan dengan pemerintah AS, perusahaan akhirnya menemukan solusi yang dapat memenuhi tuntutan regulasi dan menjaga keberlanjutan bisnisnya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dalam sebuah memo internal yang dikirimkan oleh CEO ByteDance, Shou Chew, disampaikan bahwa TikTok telah menyepakati pembentukan entitas usaha patungan atau Joint Venture (JV) bersama kelompok investor raksasa asal AS. Langkah strategis ini merupakan respons terhadap berbagai tantangan hukum dan regulasi yang muncul sejak beberapa tahun terakhir.
Struktur Kepemilikan Baru
Entitas baru yang dibentuk diberi nama TikTok USDS Joint Venture LLC. Dalam skema kepemilikan saham yang baru, tiga perusahaan besar asal AS akan memiliki 45 persen saham dari operasi TikTok di Negeri Paman Sam. Sementara itu, ByteDance tetap mempertahankan hampir 20 persen kepemilikan. Sisa saham diperkirakan akan dialokasikan untuk pihak lain yang terlibat dalam kemitraan ini.
Kelompok investor tersebut terdiri atas: * Oracle, raksasa komputasi awan yang akan bertindak sebagai mitra keamanan utama. * Silverlake, perusahaan ekuitas swasta yang berbasis teknologi. * MGX, badan investasi asal Abu Dhabi yang fokus pada kecerdasan buatan (AI).
Fokus pada Keamanan Data
Aspek keamanan data menjadi prioritas utama dalam kesepakatan ini. Setelah transaksi rampung, Oracle secara resmi ditunjuk sebagai mitra keamanan utama (Trusted Security Partner). Peran Oracle akan mencakup audit menyeluruh dan validasi kepatuhan terhadap standar keamanan nasional yang telah disepakati bersama Pemerintah AS.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh operasional TikTok di AS sepenuhnya transparan dan terlindungi dari intervensi asing. Entitas baru ini juga akan bertanggung jawab mengawasi operasional aplikasi, termasuk perlindungan data, keamanan algoritma, moderasi konten, serta jaminan perangkat lunak.
Tindakan Berdasarkan Perintah Eksekutif
Kesepakatan ini akan berlaku efektif pada 22 Januari 2026. Sebagian besar isi kesepakatan sesuai dengan perintah eksekutif Presiden Donald Trump bulan September lalu, yang menyetujui penjualan operasional TikTok di AS kepada kelompok investor Amerika. Sebelumnya, pemerintah AS berupaya memisahkan bisnis TikTok dari perusahaan induknya, ByteDance, yang berbasis di Beijing, China.
Alasan yang digunakan AS berhubungan dengan kekhawatiran terhadap keamanan nasional dan keamanan data warga negara Amerika. AS juga menuduh TikTok menjual data pengguna ke China. Oleh karena itu, langkah ini dianggap sebagai bentuk kompromi yang dapat memenuhi harapan pemerintah AS sambil tetap menjaga keberlanjutan bisnis TikTok.
Komentar
Kirim Komentar