
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kembalinya Pengungsi Palestina ke Jalur Gaza
Puluhan ribu pengungsi Palestina mulai kembali ke Jalur Gaza, baik ke utara maupun selatan, pada Jumat, setelah kesepakatan gencatan senjata resmi dengan Hamas diberlakukan. Kesepakatan ini terjadi setelah pemerintah Israel memberikan persetujuan akhir terhadap rencana tersebut.
Berbagai sumber lokal melaporkan bahwa orang-orang mulai kembali ke rumah mereka sejak pagi hari melalui dua jalan utama di Jalur Gaza, yaitu Jalan Rashid dan Jalan Salah al-Din. Kedua jalan ini membentang dari utara ke selatan dan menjadi jalur utama bagi para pengungsi untuk kembali ke tempat tinggal mereka.
Para pengungsi berjalan sejauh tujuh kilometer, membawa barang-barang yang bisa mereka bawa, setelah harus meninggalkan rumah mereka akibat serangan militer Israel. Perjalanan ini tidak mudah, mengingat kondisi yang mungkin masih rusak akibat perang yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Jalan Rashid, yang membentang dari ujung utara hingga selatan Gaza, menjadi saksi banyak pembantaian selama perang. Banyak warga Palestina yang mencoba menyelamatkan diri ke selatan, tetapi banyak di antara mereka yang tewas di sepanjang rute ini. Peristiwa ini mengingatkan pada gencatan senjata sebelumnya pada Januari, meskipun kali ini kondisi lebih buruk karena serangan baru yang dilancarkan Israel di Kota Gaza.
Militer Israel mengebom gedung-gedung tinggi dan meledakkan rumah-rumah dalam upaya menghancurkan infrastruktur militer Hamas yang tersisa. Warga Palestina merasa lega bahwa genosida Israel mungkin akan berakhir, namun juga khawatir tentang masa depan mereka.
“Tidak banyak kegembiraan, tetapi gencatan senjata sedikit meringankan rasa sakit kematian dan pertumpahan darah,” kata Jamal Mesbah, seorang pengungsi dari utara yang berencana kembali ke rumahnya. Ia mengatakan bahwa rasa sakit yang dialami oleh orang-orang terkasih dan saudara-saudaranya dalam perang ini masih terasa.
Di kota Khan Younis di selatan Gaza, ratusan warga Palestina yang kembali ke rumah mereka mendapati bangunan-bangunan yang hancur, puing-puing, dan kehancuran setelah pasukan Israel mundur. Fatma Radwan, seorang pengungsi dari Khan Younis, mengatakan bahwa tidak ada yang tersisa. Hanya beberapa pakaian, potongan kayu, dan pot yang bisa ditemukan. Warga masih berusaha mengevakuasi jenazah dari bawah reruntuhan.
Kepulangan pengungsi ini terjadi beberapa jam setelah pemerintah Israel memberikan persetujuan akhir terhadap kesepakatan gencatan senjata yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kesepakatan ini menandai awal Tahap Pertama dari rencana perdamaian yang lebih luas, termasuk penghentian penuh pertempuran, penarikan pasukan Israel dari Gaza, akses masuk bantuan kemanusiaan, serta pertukaran tahanan dan sandera.
Pada Kamis malam, Presiden Trump mengumumkan kesepakatan Gaza, menggambarkannya sebagai awal dari upaya yang lebih besar untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah, membangun kembali Gaza, dan mendorong solusi politik di kawasan tersebut.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan hampir 67.200 warga Palestina di daerah kantong tersebut, kebanyakan dari mereka wanita dan anak-anak, sehingga membuat wilayah ini tidak dapat dihuni lagi.
Komentar
Kirim Komentar