Purbaya Bongkar Asal Programmer Coretax LG yang Hanya Lulusan SMA

Purbaya Bongkar Asal Programmer Coretax LG yang Hanya Lulusan SMA

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Purbaya Bongkar Asal Programmer Coretax LG yang Hanya Lulusan SMA yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Temuan Mengejutkan di Balik Proyek Sistem Pajak Nasional Coretax

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengungkapkan temuan mengejutkan terkait proyek sistem pajak nasional yang dikenal dengan nama Coretax. Proyek yang sering mengalami kendala dan error ini dikerjakan oleh konsorsium LG CNS-Qualysoft, yang sebelumnya menjadi pemenang tender pengadaan dengan nilai mencapai Rp 1,228 triliun.

Menurut Purbaya, kualitas sebagian kode pemrograman yang dibuat oleh pihak LG tidak sesuai dengan standar profesional. Bahkan, ia menyebut bahwa para programmer dari LG yang terlibat dalam proyek tersebut diduga merupakan lulusan sekolah menengah atas (SMA).

"Komentarnya lucu deh, begitu mereka dapat source code-nya, dilihat sama orang saya, dia bilang, 'wah ini programmer tingkat baru lulusan SMA'," ujar Purbaya saat berbicara di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta.

Ia juga mengungkapkan bahwa hasil pekerjaan perusahaan sekelas LG sangat memprihatinkan. Hal ini terlihat dari programmer yang ditugaskan dalam pengerjaan sistem Coretax. Menurutnya, yang diberikan ke pemerintah bukanlah orang-orang hebat seperti yang diharapkan.

"Jadi yang dikasih ke kita bukan orang jago-jagonya kelihatannya. Jadi ya Indonesia sering dikibuli asing. Begitu asing wah, apalagi K-pop, wah K-pop nih, tapi di bidang programmer beda ya, di K-pop, di film sama di nyanyi dan program beda," tambahnya.

Dampak dari Kinerja yang Tidak Memadai

Masalah yang muncul akibat kinerja asal-asalan konsorsium ini sangat terasa. Sistem Coretax sering kali harus diperbaiki berkali-kali. Purbaya menjelaskan bahwa kesimpulan yang ia sampaikan adalah masalah kritis yang sering dialami pengguna sudah cukup banyak terasa.

Selain itu, target penyelesaian proyek ini juga molor sangat lama. Masalah ini muncul karena sistem yang tak kunjung selesai diperbaiki. "Sesuai dengan target awal kita ya, target awal anak buah saya sih, karena depan bisa diberesin, tengah bisa diberesin, yang di bawah yang di LG enggak bisa," ujar Purbaya.

Beberapa masalah yang sering dialami pengguna Coretax antara lain tidak bisa login, timeout, layar blank, tidak bisa upload gaitir dan bupot, serta session sering nyasar ke halaman lain. Namun, kendala-kendala tersebut sudah diperbaiki.

"Pembatasan teknis yang selama ini sering dialami pengguna sehingga tidak bisa bekerja sudah cukup banyak teratasi, sesuai dengan target awal," kata Purbaya.

Rencana untuk Mengganti Kontraktor

Setelah melakukan evaluasi, Purbaya menilai sistem yang dikembangkan LG sangat jauh dari standar yang diharapkan. Ia berencana untuk memutus kontrak dengan perusahaan tersebut. Untuk itu, ia akan memperkuat tim teknologi informasi (IT) dalam negeri agar pengelolaan sistem bisa sepenuhnya dikerjakan oleh tenaga lokal.

"Adanya ketergantungan pada pihak asing, nanti ke depan akan kita putus, apalagi kalau kualitas jelek seperti itu. Jadi, pada dasarnya, orang Indonesia punya kemampuan, dan kita akan memanfaatkan itu dengan serius ke depan," tegasnya.

Meski belum sempurna, Purbaya menilai ada kemajuan signifikan dalam sistem Coretax. Ia yakin bahwa begitu kode sistem diberikan penuh kepada pemerintah, proses perbaikan bisa dilakukan lebih cepat.

"Mungkin dari Coretax belum sempurna, tapi ada kemajuan yang signifikan sekali. Saya yakin begitu kodenya dikasih ke kita, dan kita bisa rubah sendiri, itu akan cepat diberesin," tegasnya.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar