PLTMH Sungai Jiwata: Pemicu Ekonomi Desa Tepian

PLTMH Sungai Jiwata: Pemicu Ekonomi Desa Tepian

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada PLTMH Sungai Jiwata: Pemicu Ekonomi Desa Tepian yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Desa Tepian Terap Mengubah Kehidupan dengan Listrik Mandiri

Desa Tepian Terap di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, telah mencapai kemandirian listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sungai Jiwata. Proyek ini tidak hanya memberikan penerangan 24 jam bagi warga, tetapi juga mengubah kehidupan ekonomi desa secara signifikan.

Rahman, seorang warga desa, menegaskan betapa pentingnya sumber listrik ini dalam kehidupan sehari-hari. Kedai kopi sederhana miliknya kini bisa beroperasi dengan lampu bohlam 10 watt, dan ibu-ibu di desa dapat menyelesaikan pesanan kue hingga larut malam. Semua ini adalah hasil dari kemandirian yang didorong oleh keterpencilan desa.

Desa Tepian Terap, dengan populasi sekitar 1.300 jiwa, terletak sekitar 154 kilometer dari Sangatta, ibu kota Kabupaten Kutai Timur. Selama puluhan tahun, desa ini tidak terjangkau oleh jaringan listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), sehingga warga harus mencari solusi mandiri. Sungai Jiwata, yang awalnya hanya dianggap sebagai sumber air dan jalur transportasi, kini menjadi sumber energi listrik.

Turbin Penggerak Ekonomi

Usaha elektrifikasi desa dimulai pada 2013 dengan membangun pembangkit listrik sederhana menggunakan kincir air. Namun, kerusakan akibat banjir menghancurkan kincir tersebut, menunda penerangan desa selama setahun. Tidak menyerah, warga desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jiwata Energi Tepian Terap kemudian membeli turbin PLTMH yang lebih modern pada 2015.

Turbin ini dikelola secara profesional, dengan kabel sepanjang tiga kilometer yang mengalirkan listrik ke lebih dari 200 rumah. Warga membayar iuran bulanan antara Rp100 ribu hingga Rp400 ribu, tergantung besaran ampere yang digunakan, jauh lebih terjangkau dibandingkan biaya genset.

Berdaya dalam Keterbatasan

PLTMH Jiwata kini menjadi katalisator ekonomi desa, dengan lebih dari 33 usaha mikro baru yang bermunculan. Namun, kebutuhan listrik yang terus meningkat membuat turbin berdaya 100 kilovolt ampere (kVA) sering mengalami kelebihan beban. Sementara itu, PLN berencana memasok listrik ke desa ini, memberikan harapan baru bagi warga.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyatakan bahwa Desa Tepian Terap masuk dalam daftar prioritas elektrifikasi. Namun, Direktur BUMDes Jiwata Energi, Anwar, menegaskan bahwa PLTMH akan terus beroperasi sebagai alternatif ekonomis bagi warga.

Simbol Perjuangan Masyarakat Pedalaman

Desa Tepian Terap menjadi simbol perjuangan masyarakat pedalaman Indonesia yang tidak menunggu bantuan luar untuk mengubah nasib. Dengan filosofi hidup seperti air, mereka berhasil mengukir takdir dengan mengubah aliran sungai menjadi arus listrik yang menyalakan ekonomi dan harapan.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar