
Petani Cabai di Cilacap Bersyukur Atas Lonjakan Harga
Petani cabai di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kini merasa senang karena harga cabai yang melonjak tajam. Di tingkat petani, harga cabai rawit merah naik hingga 300 persen, dari Rp18 ribu per kilogram menjadi Rp60 ribu per kilogram. Kondisi ini memberikan keuntungan besar bagi para petani, terutama di Desa Kalijeruk, Kecamatan Kawunganten.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Lonjakan harga cabai rawit saat ini dinilai mampu menutupi biaya operasional tanam yang selama ini menjadi beban utama bagi petani. Salah satu petani, Anto, mengaku bahwa tanaman cabai rawit miliknya yang berumur 4,5 bulan telah memasuki panen hari ke-15. Dari lahan seluas dua hektare, panen cabai rawit bisa mencapai sekitar tiga kuintal per hari dan dapat berlangsung hingga 60 kali panen.
"Harga di tingkat petani sekarang Rp60 ribu per kilogram, sebelumnya, Oktober dan November, hanya Rp18 ribu, jadi naik sekitar 300 persen," ujar Anto pada Jumat (19/12/2025).
Menurut Anto, kenaikan harga cabai rawit saat ini sangat membantu petani untuk menutup biaya pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, hingga penyemprotan insektisida. Ia menjelaskan bahwa total biaya operasional untuk mengelola dua hektare lahan cabai rawit bisa mencapai sekitar Rp100 juta selama satu musim tanam.
"Dengan harga cabai sekarang, kebutuhan pupuk, pemeliharaan, dan obat-obatan semuanya bisa tercover," ujar Anto.
Anto berharap, harga cabai rawit di tingkat petani dapat terus stabil agar petani tidak selalu dirugikan akibat fluktuasi harga yang terlalu tajam. "Harapan kami, harga bisa stabil, tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi, karena dua-duanya sama-sama tidak bagus bagi petani," tuturnya.
Ia juga meminta pemerintah melakukan intervensi pasar cabai secara berkelanjutan, tidak hanya saat harga tinggi tetapi juga ketika harga cabai anjlok. Stabilnya harga cabai rawit dinilai menjadi kunci menjaga kesejahteraan petani sekaligus menekan gejolak harga di tingkat konsumen.
Faktor Penyebab Lonjakan Harga Cabai
Beberapa faktor menyebabkan lonjakan harga cabai di wilayah Cilacap. Pertama, cuaca yang kurang mendukung membuat produksi cabai mengalami penurunan. Kedua, permintaan pasar yang meningkat, baik dalam maupun luar negeri, turut berkontribusi pada kenaikan harga. Ketiga, adanya gangguan logistik yang memengaruhi distribusi cabai ke pasar.
Selain itu, kondisi pasar yang tidak stabil seringkali membuat petani merasa khawatir. Fluktuasi harga yang terlalu cepat bisa menyebabkan kerugian besar bagi petani. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih terarah dan stabil dari pemerintah agar tidak ada lagi petani yang merugi.
Harapan Petani untuk Masa Depan
Petani seperti Anto berharap agar harga cabai tidak hanya naik secara tajam, tetapi juga bisa tetap stabil dalam jangka panjang. Dengan stabilitas harga, petani akan lebih mudah merencanakan kebutuhan operasional dan investasi untuk musim tanam berikutnya.
Selain itu, mereka juga berharap adanya program bantuan dari pemerintah, baik dalam bentuk subsidi atau pelatihan pertanian yang lebih efektif. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen cabai.
Dengan kondisi saat ini, para petani cabai di Cilacap merasa optimis bahwa masa depan industri cabai akan lebih baik, asalkan ada dukungan yang konsisten dari berbagai pihak.
Komentar
Kirim Komentar