
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Fungsi dan Kelebihan Sistem Pengereman ABS
Sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS) kini sudah banyak digunakan pada mobil maupun motor modern. Teknologi ini berperan penting dalam menjaga kendali kendaraan saat melakukan pengereman mendadak, terutama di jalan yang licin. Meski efektif, keberadaan ABS tidak selalu memberikan hasil optimal di semua jenis permukaan jalan.
Menurut Founder Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Jusri Pulubuhu, ABS memang efektif, tetapi tidak cocok untuk semua kondisi jalan. Ia menjelaskan bahwa parameter lintasan harus menjadi pertimbangan utama. Contohnya, saat mengemudi di jalan aspal, sistem ABS akan lebih efektif dibandingkan non-ABS jika komponen-komponen kendaraan seperti ban dan suspensi sama. Dengan dua mobil tipe yang sama, satu dengan ABS dan satunya tanpa ABS, maka ABS akan lebih unggul dalam hal jarak pengereman.
Namun, jika permukaan jalan bumpy atau bergelombang, ABS cenderung memiliki jarak pengereman yang lebih panjang. Hal ini terjadi karena roda bisa mengambang saat mengerem, sehingga sensor ABS merilis rem agar roda tetap berputar. Jusri menegaskan bahwa hal ini terjadi meskipun semua komponen kendaraan dan pengemudi sama.
Selain itu, ABS juga kurang efektif di permukaan seperti rumput, tanah, atau kerikil longgar. Untuk kendaraan yang sering melintasi jalur off-road, terutama sepeda motor, setelan ABS dapat dimatikan agar tidak mengganggu performa berkendara.
Keunggulan ABS dalam Kondisi Darurat
Salah satu keunggulan utama dari ABS adalah kemampuan pengemudi untuk menghindar saat mengerem darurat. Jusri menjelaskan bahwa pada kendaraan tanpa ABS, pengemudi tidak bisa melakukan manuver menghindar kecuali sangat mahir. Mereka hanya bisa melepaskan pedal gas dan mengatur ulang arah kendaraan.
“Secara keseluruhan, untuk berkendara biasa, ABS merupakan rekomendasi terbaik. Tapi untuk off-road, tidak direkomendasikan karena dirancang untuk pengemudi biasa,” ujar Jusri.
Sony Susmana, Training Director SDCI, juga menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, perbedaan antara ABS dan non-ABS paling terasa dalam kondisi darurat. Sony menekankan bahwa ABS bukanlah teknologi yang bertujuan memperpendek jarak pengereman, tetapi memberi ruang bagi pengemudi untuk menghindar.
“Mindset yang berkembang, mobil dilengkapi ABS ketika energinya membuat jarak pengereman lebih pendek dan aman. Antara ABS dan non-ABS, jarak berhentinya sebenarnya tidak signifikan,” kata Sony.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan utamanya adalah adanya slip saat mengerem. ABS diciptakan untuk memberi waktu kepada pengemudi agar bisa menghindar, bukan sekadar mempercepat proses pengereman.
Manfaat ABS dalam Berkendara Harian
Dalam situasi harian, ABS sangat berguna karena pengemudi bisa melakukan emergency brake kapan saja. Saat terjadi keadaan darurat, pengemudi dengan ABS memiliki waktu untuk menghindar, sedangkan pengemudi tanpa ABS hanya bisa mengerem tanpa kemampuan untuk mengubah arah.
Sony juga menambahkan bahwa di jalan licin, mobil dengan ABS lebih stabil saat mengerem. Hal ini memberikan rasa aman dan kontrol yang lebih baik bagi pengemudi.
Kesimpulan
Secara umum, ABS adalah teknologi penting yang meningkatkan keselamatan berkendara, terutama dalam kondisi darurat. Namun, penggunaannya harus disesuaikan dengan jenis permukaan jalan dan aktivitas berkendara. Di jalan raya dan kondisi normal, ABS sangat direkomendasikan. Namun, untuk jalur off-road atau medan yang tidak rata, pengemudi mungkin perlu mempertimbangkan penggunaan atau penonaktifan sistem ini.
Komentar
Kirim Komentar