
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Tren Penggunaan Internet dan Media Sosial di Indonesia
Penggunaan internet di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2025, jumlah pengguna internet di negara ini meningkat secara signifikan. Pada 2023, jumlahnya mencapai 215 juta jiwa, lalu naik menjadi 221 juta jiwa pada 2024, dan akhirnya mencapai 229 juta jiwa pada 2025. Tingkat penetrasi internet juga meningkat sebesar 1,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, pengguna media sosial di Indonesia juga semakin meningkat. Laporan We Are Social edisi Februari 2025 menunjukkan bahwa hingga Januari 2025, terdapat sekitar 143 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia. Dalam hal penggunaan platform media sosial, WhatsApp mendominasi, diikuti oleh Instagram, Facebook, TikTok, dan Telegram. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sangat aktif dalam menggunakan media sosial untuk berbagai keperluan, baik komunikasi, hiburan, maupun informasi.
Perspektif Sosiologi terhadap Kehadiran Teknologi
Dari sudut pandang sosiologi, Nia Elvina, seorang sosiolog dari Universitas Nasional, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia belum sepenuhnya memasuki kategori masyarakat berpengetahuan atau knowledge-based society. Hal ini didukung oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa tingkat pendidikan sebagian besar masyarakat Indonesia masih berada di bawah Sekolah Menengah Atas (SMA).
Menurut Nia, kondisi ini berdampak pada perilaku masyarakat dalam menggunakan teknologi, termasuk media sosial. "Idealnya, media sosial dan teknologi informasi bisa memperluas wawasan masyarakat kita tentang ekonomi, budaya, dan aspek lainnya di masyarakat lain atau bahkan antarnegara," ujarnya. Ia juga menilai bahwa kemajuan teknologi seharusnya mendorong perkembangan masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan dewasa dalam berpolitik.
Peran Negara dalam Menghadapi Tantangan Digital
Nia menyoroti pentingnya peran negara dalam menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks. Menurutnya, ketika masyarakat belum memiliki pemahaman yang cukup untuk menggunakan teknologi dengan bijak, maka risiko munculnya perilaku tidak kritis semakin besar. "Misalnya, dalam penggunaan media sosial, masyarakat harus memahami konsekuensi dari tindakan mereka, seperti informasi yang mereka unggah harus dapat diterima oleh masyarakat lain," katanya.
Selain itu, Nia juga menyoroti dampak rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap perilaku anak-anak dan remaja dalam menggunakan teknologi. Penggunaan media sosial oleh remaja dinilai kurang didasari nilai-nilai ideal, sehingga membuat mereka rentan terhadap kejahatan digital. Untuk itu, ia menilai bahwa negara harus proaktif dalam melindungi generasi muda dengan menerbitkan kebijakan yang menjaga nasib bangsa, seperti melakukan filter konten dan mengatur norma bagi para kreator konten.
Dampak Konten Pornografi terhadap Remaja
Salah satu masalah serius yang muncul akibat gempuran informasi adalah penyebaran konten pornografi. Studi yang dilakukan oleh Muhammad Saufi Ramdhani dan Nur Amin Barokah Asfari dalam jurnal Flourishing pada 2022 menunjukkan bahwa akses yang mudah terhadap informasi dan penyebaran konten pornografi di internet menjadi salah satu faktor penyebab kecanduan pornografi pada remaja.
"Pornografi dapat membawa dampak negatif bagi remaja, baik dari segi kognitif, emosional, sosial, maupun kecenderungan melakukan perilaku seksual berisiko," ujar mereka. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya upaya yang lebih intensif dari pemerintah dan masyarakat untuk membatasi akses remaja terhadap konten-konten berbahaya tersebut.
Kesimpulan
Dengan semakin tingginya penggunaan internet dan media sosial di Indonesia, masyarakat harus lebih waspada terhadap penggunaan teknologi yang tidak bertanggung jawab. Peran negara sangat krusial dalam mengatur dan melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman digital. Selain itu, pendidikan dan kesadaran akan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak juga perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat memaksimalkan manfaat dari kemajuan teknologi.
Komentar
Kirim Komentar