
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pembukaan Jalur Pendakian Cunthel Gunung Merbabu
Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) resmi membuka kembali jalur pendakian Gunung Merbabu via Cunthel. Keputusan ini diumumkan melalui Pengumuman Nomor PG.17/T.35/TU/HMS.1.8/B/12/2025 yang dikeluarkan di Boyolali pada 19 Desember 2025. Pembukaan kembali jalur ini dilakukan setelah seluruh tahapan persiapan jalur, pemeliharaan sarana dan prasarana pendakian, serta pemulihan ekosistem selesai dilakukan.
Jalur Cunthel sebelumnya ditutup dalam waktu yang cukup lama dan kini kembali dapat diakses untuk kegiatan wisata pendakian. Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa pembukaan jalur Cunthel akan dimulai pada 23 Desember 2025. Namun, pembukaan ini dilakukan dengan pembatasan kuota pendaki. Kuota yang diberlakukan hanya sebesar 30 persen dari daya dukung dan daya tampung, yaitu 75 orang per hari dari total kuota normal sebanyak 251 orang.
BTNGMb juga menegaskan bahwa seluruh calon pendaki wajib melakukan booking secara online melalui laman resmi www.tngunungmerbabu.org. Selain itu, setiap pengunjung diwajibkan mematuhi protokol wisata pendakian dan menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu selama beraktivitas di jalur tersebut.
Penutupan Jalur Sejak Pandemi
Jalur pendakian Gunung Merbabu via Cunthel sempat ditutup sejak pandemi Covid-19. Hal ini dikonfirmasi oleh admin wisata Merbabu 360 di Dusun Cunthel, Astri. Ia menyampaikan bahwa jalur pendakian Merbabu via Cunthel sudah lama ditutup untuk pendakian sejak pandemi. “Iya (jalur pendakian Merbabu via Cunthel sudah lama tutup untuk pendakian sejak pandemi Covid-19),” ujarnya.
Penutupan jalur Cunthel tidak hanya disebabkan oleh pandemi. Menurut keterangan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu saat itu, Nurpana Sulaksono, jalur tersebut sempat dialokasikan untuk kepentingan khusus dan bukan untuk pendakian umum. “Sebelumnya, dialokasikan untuk kegiatan diklat, pelatihan, rescue, latihan SAR, jadi kegiatannya tidak mengganggu pendakian umum,” ujarnya.
Persiapan dan Pemulihan Ekosistem
Pembukaan kembali jalur Cunthel dilakukan setelah seluruh proses persiapan jalur, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta pemulihan ekosistem selesai dilakukan. Proses ini bertujuan untuk memastikan keselamatan para pendaki dan menjaga keberlanjutan lingkungan kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.
Selain itu, BTNGMb juga memberlakukan aturan ketat terkait jumlah pendaki yang diperbolehkan masuk setiap harinya. Dengan pembatasan kuota, pihak pengelola berharap dapat mengurangi dampak negatif aktivitas pendakian terhadap lingkungan sekitar.
Pentingnya Kesadaran Wisatawan
Seluruh pengunjung yang ingin melakukan pendakian via jalur Cunthel diwajibkan mematuhi protokol wisata pendakian. Hal ini mencakup penggunaan alat pendakian yang sesuai, menjaga kebersihan kawasan, serta tidak merusak flora dan fauna yang ada di sekitar jalur.
BTNGMb juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian kawasan taman nasional. Setiap pendaki diharapkan menjadi agen penjaga lingkungan yang aktif dan proaktif dalam menjaga kebersihan dan keindahan alam Gunung Merbabu.
Langkah Awal Menuju Pemulihan Wisata
Dengan dibukanya kembali jalur Cunthel, BTNGMb berharap dapat membantu pemulihan sektor pariwisata di wilayah Boyolali dan sekitarnya. Jalur pendakian ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam yang menarik minat para pendaki dan pecinta alam.
Selain itu, pembukaan jalur ini juga menjadi langkah awal dalam upaya pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sambil tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Tips untuk Para Pendaki
Bagi para pendaki yang ingin menggunakan jalur Cunthel, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
- Pastikan melakukan booking secara online melalui laman resmi BTNGMb.
- Bawa perlengkapan pendakian yang lengkap dan sesuai dengan kondisi medan.
- Patuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola.
- Jaga kebersihan dan jangan meninggalkan sampah di sepanjang jalur.
- Hormati alam dan jangan mengganggu satwa liar yang ada di sekitar kawasan.
Dengan mematuhi semua aturan dan tips di atas, para pendaki dapat menikmati pengalaman mendaki yang aman dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Komentar
Kirim Komentar