Penari Ndolalak Viral di Maulid Nabi Wonosobo, Panitia Buka Suara

Penari Ndolalak Viral di Maulid Nabi Wonosobo, Panitia Buka Suara

Jagat maya sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Penari Ndolalak Viral di Maulid Nabi Wonosobo, Panitia Buka Suara. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.
Featured Image

Hiburan Dangdut di Acara Maulid Nabi Menuai Kontroversi

Sebuah video yang menampilkan penari Ndolalak berjoget di panggung acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Mutisari, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, viral di media sosial. Rekaman tersebut diunggah ke berbagai akun media sosial dan menampilkan seorang penari perempuan yang menari diiringi musik dangdut. Bahkan, seorang pemuda tampak ikut naik ke panggung. Beberapa penonton, termasuk anggota TNI, terlihat merekam momen tersebut dengan ponsel mereka.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Unggahan tersebut langsung memicu respons dari warganet. Banyak yang menganggap hiburan dangdut tidak pantas digelar dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi. Sebagian lainnya menudingnya sebagai bentuk penistaan agama. Hal ini memicu polemik yang semakin membesar.

Penjelasan Panitia Acara

Menanggapi isu tersebut, panitia acara memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa pertunjukan Ndolalak berlangsung malam hari setelah pengajian selesai, bukan pada waktu yang sama. Soli, salah satu anggota panitia, menjelaskan bahwa panitia lupa melepas banner pengajian saat acara berlangsung. Baru setelah acara dangdutan selesai, mereka menyadari hal tersebut.

Samsul, warga Mutisari sekaligus suami kepala dusun setempat, menambahkan bahwa pentas Ndolalak merupakan inisiatif para pemuda untuk memberi hiburan kepada warga. Menurutnya, acara Ndolalak dimulai pukul 21.00 WIB, sedangkan pengajian Maulid Nabi sudah selesai sejak siang, yaitu pukul 09.00 sampai 13.00 WIB. Jadi, acara tersebut tidak bersamaan.

Ia juga menyatakan bahwa pertunjukan Ndolalak itu baru pertama kali digelar di dusunnya. Panitia menegaskan bahwa tidak ada niat melecehkan agama dalam penyelenggaraan acara tersebut. Banner pengajian dibiarkan tetap terpasang karena lokasinya dekat tebing sehingga lebih aman bila tidak dilepas.

Upaya Meredam Polemik

Untuk meredam polemik yang telah viral di media sosial, pihak Polsek dan Koramil Watumalang dijadwalkan memanggil panitia serta pihak terkait pada Kamis malam. Pertemuan ini diharapkan bisa menyamakan persepsi dan menenangkan situasi yang telah terjadi.

Perbedaan Pendapat dan Perspektif

Beberapa masyarakat menyatakan bahwa acara seperti ini dapat memberikan hiburan yang sesuai dengan budaya lokal. Namun, sebagian lainnya masih merasa bahwa penggunaan musik dangdut dalam acara keagamaan tidak tepat. Mereka menilai bahwa setiap acara keagamaan harus memiliki kesan yang serius dan hormat terhadap nilai-nilai spiritual.

Pandangan ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara budaya lokal dan tradisi keagamaan. Di satu sisi, masyarakat ingin menjaga kearifan lokal, namun di sisi lain, mereka juga ingin menjaga kesucian dan keseriusan dalam perayaan keagamaan.

Kesimpulan

Acara Maulid Nabi yang diiringi musik dangdut menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Meski panitia memberikan penjelasan, isu penistaan agama tetap muncul. Dengan adanya pertemuan antara panitia dan aparat setempat, diharapkan dapat menciptakan kesepahaman dan menghindari konflik yang lebih besar. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk saling memahami dan menghargai perbedaan pendapat dalam konteks budaya dan agama.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar