Pemakaman Komandan Hizbullah Disambut Ratusan Pengikutnya

Pemakaman Komandan Hizbullah Disambut Ratusan Pengikutnya

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Pemakaman Komandan Hizbullah Disambut Ratusan Pengikutnya, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Ratusan Pendukung Hizbullah Hadiri Pemakaman Komandan Militer

Pada hari Senin, ratusan pendukung Hizbullah menghadiri prosesi pemakaman komandan militer mereka, Haytham Ali Tabatabai. Pemakaman ini berlangsung di Beirut setelah Tabatabai dan beberapa anggota kelompok militan lainnya tewas dalam serangan Israel. Serangan tersebut terjadi di kawasan selatan Beirut yang dikuasai oleh Hizbullah.

Hizbullah mengadakan upacara pemakaman untuk panglima militer tertingginya dan empat anggota lainnya sehari setelah serangan Israel menewaskan mereka. Sejak gencatan senjata November 2024, hubungan antara Hizbullah dan Israel tetap tegang. Gencatan senjata ini merupakan upaya untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lebih dari setahun. Namun, Hizbullah menolak persyaratan gencatan senjata yang meminta mereka melucuti senjata.

Haytham Ali Tabatabai menjadi komandan Hizbullah paling senior yang dibunuh oleh Israel sejak gencatan senjata tersebut. Pembunuhan ini terjadi di tengah peningkatan serangan Israel terhadap Lebanon. Amerika Serikat juga meningkatkan tekanan pada pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah yang didukung Iran.

Militer Israel menyatakan bahwa mereka telah membunuh Haytham Ali Tabatabai, kepala staf umum Hizbullah, pada hari Minggu, 22 November 2025. Kelompok Hizbullah mengonfirmasi kematian Tabatabai dan empat anggota lainnya dalam serangan tersebut.

Di kawasan selatan Beirut, daerah yang padat penduduk dan menjadi basis kekuatan Hizbullah, ratusan pendukung hadir dalam prosesi pemakaman Tabatabai dan dua rekannya. Anggota Hizbullah yang mengenakan seragam militer membawa peti mati yang dibungkus bendera kuning kelompok tersebut.

Massa meneriakkan slogan-slogan yang menentang Israel dan Amerika Serikat, sementara para pendukung membawa potret para pemimpin Hizbullah dan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi pemakaman ini menunjukkan dukungan besar dari warga terhadap Hizbullah dan ketidakpuasan terhadap kebijakan luar negeri yang diambil oleh negara-negara besar.

Tabatabai mengambil alih peran sebagai komandan militer Hizbullah setelah perang terakhir dengan Israel. Perang tersebut menyebabkan kelompok tersebut menjadi sangat lemah, dengan banyak komandan senior tewas. Meskipun ada gencatan senjata, Israel terus melakukan serangan hampir setiap hari terhadap Lebanon. Mereka biasanya menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan pada anggota dan infrastruktur Hizbullah untuk mencegah kelompok tersebut mempersenjatai kembali dirinya.

Penyebab Konflik yang Berlarut

Konflik antara Hizbullah dan Israel tidak hanya terjadi karena isu senjata, tetapi juga karena politik regional yang kompleks. Dukungan Iran terhadap Hizbullah membuat situasi semakin memanas. Selain itu, tekanan internasional, terutama dari Amerika Serikat, terhadap Lebanon juga memengaruhi dinamika hubungan antara kedua belah pihak.

Hizbullah terus berupaya mempertahankan kekuasaannya di Lebanon, meskipun menghadapi ancaman dari luar. Mereka menggunakan propaganda dan aksi langsung untuk memperkuat posisi mereka di mata masyarakat. Pemakaman Tabatabai adalah salah satu contoh bagaimana Hizbullah memanfaatkan momen seperti ini untuk membangkitkan semangat dan loyalitas pendukungnya.

Serangan Israel terhadap Hizbullah juga mencerminkan kekhawatiran mereka terhadap kemungkinan perluasan konflik. Dengan adanya gencatan senjata, Israel berusaha membatasi kemampuan Hizbullah untuk memperkuat pasukannya. Namun, Hizbullah tetap berkomitmen untuk mempertahankan kekuasaannya di Lebanon.

Tantangan di Masa Depan

Masa depan konflik ini masih tidak pasti. Dengan peningkatan serangan Israel dan tekanan dari Amerika Serikat, Hizbullah akan terus menghadapi tantangan besar. Di sisi lain, Hizbullah juga harus menjaga stabilitas di dalam negeri dan menghadapi tekanan dari masyarakat yang mungkin tidak sepenuhnya mendukung kebijakan mereka.

Kemungkinan besar, konflik ini akan berlanjut dalam waktu yang cukup lama. Kedua belah pihak memiliki kepentingan yang saling bertentangan, dan tidak ada solusi jangka pendek yang dapat mengakhiri perang ini. Masyarakat internasional, terutama negara-negara yang terlibat dalam konflik, akan terus mengawasi situasi ini dan berharap adanya penyelesaian damai.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar