
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Inovasi Terbaru OpenAI dalam Pembuatan Musik
OpenAI, perusahaan teknologi terkemuka, sedang mengembangkan inovasi baru yang mampu menghasilkan musik berdasarkan perintah teks maupun suara. Dalam laporan terbaru, alat ini dapat digunakan untuk menambahkan musik ke dalam video yang sudah ada. Selain itu, fitur lainnya adalah memberikan iringan gitar atau alat musik pada trek vokal yang telah direkam.
Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai rencana peluncuran mesin pembuat musik otomatis ini, banyak pihak memprediksi bahwa alat ini memiliki potensi menjadi produk mandiri, bukan hanya sekadar fitur tambahan di ChatGPT atau Sora—aplikasi video OpenAI. Hal ini menunjukkan bahwa OpenAI sedang mempertimbangkan perluasan layanan mereka ke bidang musik.
Kerja Sama dengan Juilliard School
Dalam proses pengembangan model AI, OpenAI bermitra dengan sejumlah mahasiswa dari Juilliard School, sebuah sekolah seni pertunjukan ternama di New York. Para pelajar tersebut dilibatkan dalam pelatihan model AI dengan tugas memberi anotasi pada partitur musik. Proses ini penting untuk memastikan kualitas dan akurasi hasil yang dihasilkan oleh model AI.
Sebelumnya, OpenAI pernah meluncurkan model musik generatif, namun hal ini terjadi jauh sebelum perilisan ChatGPT. Kini, perusahaan lebih fokus mengembangkan model audio yang mampu mengubah teks menjadi suara (text-to-speech) dan sebaliknya. Beberapa pengembang AI lain juga memiliki generator musik sendiri, seperti Google dan Suno.
Pengaturan Konten Berbasis AI oleh Spotify
Bicara soal musik yang dibuat oleh AI, Spotify bulan lalu mengumumkan beberapa kebijakan yang akan memperketat penyaringan konten berbasis AI. Tujuannya adalah untuk mengurangi spam dan melarang kloning suara. Penyedia layanan streaming musik ini menyatakan akan mengadopsi standar industri baru untuk mengidentifikasi dan memberi label pada musik berbasis AI, yaitu Digital Data Exchange (DDEX).
Dalam sistem DDEX, label, distributor, serta mitra musik wajib melaporkan penggunaan AI melalui kredit lagu. Artinya, harus ada perincian tentang bagian yang memakai AI, misalnya pada vokal, instrumen, maupun tahap pascaproduksi. “Kami tahu bahwa AI akan dipakai di berbagai level, dengan artis dan produser menggabungkannya dalam alur kerja kreatif mereka,” ujar Sam Duboff, Kepala Global Pemasaran dan Kebijakan Spotify.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Penggunaan AI dalam industri musik membawa berbagai tantangan dan peluang. Di satu sisi, AI memungkinkan pengembangan musik yang lebih cepat dan efisien. Di sisi lain, masalah hak cipta dan etika tetap menjadi perhatian utama. Dengan adanya sistem DDEX, diharapkan akan ada transparansi yang lebih tinggi dalam penggunaan AI dalam produksi musik.
Selain itu, kolaborasi antara perusahaan teknologi dan institusi pendidikan seni seperti Juilliard School bisa menjadi contoh bagaimana AI dapat diterapkan secara bertanggung jawab. Proses pelatihan model AI dengan bantuan para ahli musik akan membantu meningkatkan kualitas dan keakuratan hasil yang dihasilkan.
Kesimpulan
Inovasi OpenAI dalam pembuatan musik menunjukkan bahwa teknologi AI semakin berkembang dan mampu mengubah cara kita membuat serta mengonsumsi musik. Meskipun masih ada tantangan yang perlu dihadapi, perkembangan ini membuka peluang baru bagi seniman, produser, dan penggemar musik di seluruh dunia. Dengan adanya regulasi dan standar yang lebih ketat, diharapkan AI dapat digunakan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat yang nyata bagi industri musik.
Komentar
Kirim Komentar