
JAKARTA, aiotrade
— Oona Chaplin, aktris yang kini mencuri perhatian dalam film Avatar: Fire and Ash, akhirnya angkat bicara mengenai label "nepo baby" yang sering melekat padanya. Sebagai cucu dari legenda film dunia Charlie Chaplin, ia mengungkapkan bahwa ia pernah mempertimbangkan untuk mengganti nama saat mulai menapaki industri hiburan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Oona Chaplin adalah putri dari aktris Geraldine Chaplin dan sinematografer Patricio Castilla. Meskipun membawa nama besar keluarga Chaplin, ia mengakui bahwa perjalanan kariernya tidak selalu mudah. Dalam wawancara dengan The Sunday Times, Oona mengatakan bahwa ia sering merasa tidak sepenuhnya pantas atas peluang yang diterimanya, karena menyadari ada pintu-pintu yang terbuka berkat nama besar sang kakek.
“Ini sebuah perjalanan untuk merasa pantas, karena saya tahu ada kesempatan yang mungkin tidak akan datang jika saya tidak diasosiasikan dengan pria jenius itu,” ujar Oona dikutip pada Senin (22/12/2025). “Kadang rasanya rumit karena merasa tidak layak berada di posisi ini.”
Setelah lulus dari Royal Academy of Dramatic Art (RADA), Oona sempat mempertimbangkan untuk menggunakan nama lain. Namun, pada akhirnya ia memilih mempertahankan nama Chaplin dan mengubah cara pandangnya. Ia menyebut kini berusaha mengalihkan perasaan bersalah menjadi rasa syukur dengan bekerja keras, sembari menyadari bahwa pencapaiannya tidak akan pernah dibandingkan dengan warisan sang kakek.
“Jika tujuan saya di dunia ini hanya membuat orang berkata, ‘Oh, dia cucu Charlie Chaplin’, lalu mereka mencari tahu dan menonton film-filmnya, saya sudah sangat bahagia. Dia seorang jenius,” kata Oona.
Charlie Chaplin meninggal dunia pada 1977, sembilan tahun sebelum Oona lahir, sehingga ia tidak pernah bertemu langsung dengan sang kakek.
Peran di Avatar: Fire and Ash
Baru-baru ini, Oona Chaplin tampil di pemutaran perdana film Avatar: Fire and Ash di London. Dalam film tersebut, ia memerankan Varang, pemimpin suku Na’vi bernama Ash People. Avatar: Fire and Ash merupakan film ketiga dari waralaba Avatar garapan James Cameron, setelah Avatar (2009) dan Avatar: The Way of Water (2022).
Film ini melanjutkan kisah keluarga Jake Sully dan Neytiri yang menghadapi konflik baru di Pandora, menyusul kematian Neteyam. James Cameron menyebut film ketiga ini menghadirkan sudut pandang baru tentang bangsa Na’vi.
“Di film sebelumnya, manusia digambarkan sangat negatif dan Na’vi sangat positif. Di Avatar 3, kami akan membalik perspektif itu,” ujar Cameron.
Perjalanan Karier Oona Chaplin
- Oona Chaplin berasal dari keluarga yang memiliki sejarah panjang di dunia perfilman. Ayahnya, Patricio Castilla, adalah seorang sinematografer, sedangkan ibunya, Geraldine Chaplin, juga seorang aktris ternama.
- Meski memiliki latar belakang yang kuat, Oona mengaku menghadapi tantangan dalam meraih kesuksesan. Ia merasa harus membuktikan dirinya sendiri tanpa bergantung pada nama besar kakeknya, Charlie Chaplin.
- Setelah lulus dari RADA, ia mempertimbangkan untuk mengganti nama, tetapi akhirnya memilih tetap menggunakan nama Chaplin dan berkomitmen untuk bekerja keras demi membuktikan kemampuannya.
- Kini, Oona berharap bahwa keberadaannya di dunia hiburan bisa memberikan dampak positif, bukan hanya sebagai turunan dari legenda film, tetapi juga sebagai individu yang mampu berkontribusi dalam industri.
Pengaruh Keluarga Chaplin
- Nama Chaplin memiliki makna istimewa bagi Oona, meskipun ia sadar bahwa banyak orang akan melihatnya melalui lensa keluarganya.
- Ia mengakui bahwa tekanan untuk menjaga reputasi keluarga sering kali membuatnya merasa tidak layak. Namun, ia berusaha mengubah perasaan itu menjadi motivasi untuk terus berkembang.
- Charlie Chaplin, yang meninggal pada 1977, tidak pernah bertemu langsung dengan Oona. Meski begitu, pengaruhnya terasa dalam setiap langkah yang ia ambil di dunia perfilman.
Avatar: Fire and Ash
- Film ketiga dari franchise Avatar ini menjadi salah satu proyek terbesar James Cameron.
- Oona Chaplin memainkan peran penting sebagai Varang, tokoh yang menjadi pusat cerita baru dalam film ini.
- Dalam wawancara, Cameron menyampaikan bahwa film ini akan menawarkan sudut pandang baru tentang bangsa Na’vi, dengan menggambarkan mereka lebih kompleks dan berlapis daripada sebelumnya.
- Film ini diharapkan dapat melengkapi kisah keluarga Jake Sully dan Neytiri, sambil memperkenalkan konflik baru yang menantang karakter-karakter utama.
Komentar
Kirim Komentar