Niken Anjani Gemetar dalam Adegan Pelecehan Seksual di Film Shutter

Niken Anjani Gemetar dalam Adegan Pelecehan Seksual di Film Shutter

Kabar selebriti kembali membuat heboh netizen. Kali ini beredar kabar tentang Niken Anjani Gemetar dalam Adegan Pelecehan Seksual di Film Shutter yang ramai dibahas. Cek faktanya.

Niken Anjani Berani Tampil di Film Horor dengan Banyak Lapisan

Niken Anjani, aktris ternama Indonesia, kembali menunjukkan keberaniannya dalam berakting dengan memerankan karakter yang memiliki banyak lapisan kehidupan dalam film bertajuk "Shutter". Film ini diproduksi oleh Falcon Pictures dan disutradarai oleh Herwin Novianto. Adaptasi dari film legendaris asal Thailand berjudul "Shutter", film ini menggabungkan unsur-unsur horor, psikologis, dan isu sosial.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Niken Anjani berperan sebagai Lilies, seorang wanita cantik yang pernah menjalin hubungan asmara dengan Darwin, tokoh utama yang diperankan oleh Vino G Bastian. Ia mengungkapkan bahwa alasan ia menerima tawaran tersebut adalah karena film "Shutter" merupakan film horor pertamanya yang pernah ia tonton ketika masih kecil. "Film itu membuat saya ketakutan banget dan fenomenal banget," ujarnya.

"Jadi, begitu ditawarkan malah menjadi suatu kehormatan," tambahnya. Niken mengaku bahwa ini pertama kalinya ia memainkan peran dengan berbagai lapisan kehidupan, sehingga ia merasa sangat menantang. "Saya merasa tertantang untuk bisa menjadi manusia dan hantu dalam satu film sekaligus," katanya.

Namun, ada hal yang paling membuat Niken Anjani merasa tertantang, yaitu adegan pelecehan yang harus ia lakonkan. Adegan tersebut menjadi momen yang tak akan pernah dilupakannya. "Sebelum take, saya selalu menggenggam tangannya Mas Herwin untuk support mental," ujarnya.

"Karena memang enggak bohong ya, scene itu berat sekali, benar-benar menguras emosi. Saya harus membayangkan gimana rasanya jadi Lilis di posisi seperti itu," jelasnya. Menurut Niken, kehadiran Herwin Novianto sangat membantunya dalam proses syuting. "Dia seperti sosok bapak yang melindungi di lokasi syuting, jadi saya bisa berekspresi dengan aman dan nyaman."

Niken juga dengan mudah membangun chemistry dengan Vino G Bastian karena pernah terlibat dalam proyek film yang sama beberapa waktu lalu. "Kak Vino membantu saya dalam film ini. Karena saya menjadi manusia hingga hantu saat menjadi Lilies," ujar Niken Anjani.

Film "Shutter" versi Indonesia yang akan tayang pada 30 Oktober 2025 ini menggabungkan teror psikologis, unsur supranatural, dan isu sosial. Film ini tidak hanya sekadar film horor, tetapi juga menjadi medium refleksi tentang keadilan dan trauma.

Cerita film ini berpusat pada Darwin, seorang fotografer muda yang hidupnya berubah setelah kecelakaan tragis bersama kekasihnya Pia. Malam itu, di jalan yang sepi, mereka menabrak seorang wanita misterius. Peristiwa tersebut menjadi awal dari mimpi buruk tanpa akhir. Tak lama setelah kejadian itu, Darwin mulai melihat bayangan ganjil di setiap hasil fotonya.

Sosok perempuan yang sama terus muncul, menatap dari balik kegelapan. Seiring waktu, Pia menemukan fakta bahwa sosok tersebut bukan sekadar roh penasaran, melainkan korban dari sebuah kejahatan masa lalu yang melibatkan penyalahgunaan kekuasaan di lingkungan kampus.

Penelusuran Pia membuka rahasia kelam yang selama ini disembunyikan Darwin, yaitu kisah tentang pelecehan seksual di kampus, ketidaksetaraan gender, dan lemahnya mekanisme pelaporan yang membuat banyak korban bungkam. Teror yang mereka alami bukan hanya datang dari dunia gaib, tapi juga dari rasa bersalah dan ketidakadilan yang belum ditegakkan.

Film "Shutter" versi Indonesia dibintangi oleh Niken Anjani, Vino G Bastian, Anya Geraldins, Dewi Gita, dan masih banyak lagi. Frederica, produser Falcon Pictures, menegaskan bahwa film ini membawa dua lapisan pengalaman bagi penonton. "Lapisan awal adalah film horor mencekam, tapi di balik itu, Shutter menyimpan pesan tentang keadilan dan keberanian untuk bersuara," kata Frederica.

"Kami ingin penonton bukan hanya takut, tapi juga tersentuh dan berpikir," tambahnya.

Kesimpulan: Nantikan update selanjutnya dari artis favorit Anda. Jangan lupa untuk share berita ini ke sesama fans.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar