Netanyahu Ajak Trump Serang Iran Kembali

Netanyahu Ajak Trump Serang Iran Kembali

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Netanyahu Ajak Trump Serang Iran Kembali, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Persiapan Israel untuk Menghadapi Ancaman Iran

Israel sedang mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi ancaman dari Iran. Dalam pertemuan mendatang dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, pihak Israel akan menyampaikan dokumen intelijen komprehensif kepada Presiden AS Donald Trump. Tujuan dari penyampaian ini adalah untuk meyakinkan AS agar mengambil tindakan nyata terhadap Iran, termasuk kemungkinan meluncurkan serangan baru.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa Trump sejauh ini masih ragu-ragu dalam mengambil kebijakan tegas terhadap Iran. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pertemuan antara Trump dan Netanyahu bertujuan untuk menentukan peta jalan bersama dan mengoordinasikan solusi radikal terhadap Iran. Menurut sumber surat kabar tersebut, data intelijen yang disampaikan akan fokus pada pembaruan program nuklir Iran, pengembangan rudal balistik, aktivitas Garda Revolusi Iran, serta dukungan dan pendanaan perlawanan melalui senjata Teheran di wilayah tersebut.

Menurut laporan surat kabar Israel, Tel Aviv percaya bahwa menggulingkan rezim Iran adalah solusi radikal untuk mengakhiri perlawanan. Oleh karena itu, Israel sedang mempertimbangkan berbagai opsi, baik militer maupun ekonomi, dalam konteks ini. Selain itu, Israel juga mendukung oposisi internal untuk mendestabilisasi rezim di Teheran. Hal ini didorong oleh kemerosotan ekonomi di Iran dan potensi tekanan Barat untuk memperketat sanksi.

Laporan ini muncul setelah NBC News melaporkan bahwa Netanyahu berencana memberi pengarahan kepada Trump mengenai rencana serangan baru terhadap Iran. Sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa para pejabat Israel semakin khawatir mengenai perluasan program rudal balistik Iran, yang sempat dirusak oleh serangan militer Israel awal tahun ini. Mereka juga bersiap untuk memberi pengarahan kepada presiden AS mengenai opsi untuk menyerang kembali.


Petugas penyelamat dan pasukan keamanan bekerja di lokasi serangan rudal langsung yang diluncurkan dari Iran di Tel Aviv, Israel, pada Ahad, 22 Juni 2025. - (AP Photo/Oded Balilty)

Sumber tersebut menambahkan bahwa para pejabat Israel juga khawatir dengan Iran yang memulai kembali situs pengayaan uranium yang terkena serangan AS selama perang 12 hari pada Juni lalu. Menurut saluran Amerika, perdana menteri Israel akan memberi Trump pilihan untuk bergabung atau membantu dalam operasi militer baru. Namun, dua mantan pejabat Israel mengatakan bahwa Trump mungkin kurang antusias dengan tindakan militer baru di Iran jika ketegangan terus berlanjut antara pejabat AS dan Israel mengenai pendekatan Netanyahu terhadap gencatan senjata di Jalur Gaza, yang mulai berlaku pada 10 Oktober dan telah berulang kali dilanggar oleh Israel.

Hal ini terjadi ketika Teheran telah menyatakan keinginannya untuk melanjutkan perundingan diplomatik dengan Amerika Serikat mengenai program nuklirnya. Sebagai bagian dari apa yang disebut Amerika Serikat sebagai Operasi Midnight Hammer, militer AS menargetkan fasilitas nuklir Iran saat fajar tanggal 22 Juni dengan lebih dari 100 pesawat, kapal selam, dan 7 pesawat pengebom B-2, beberapa hari setelah serangan terus-menerus Israel terhadap fasilitas militer Iran dan penargetan pejabat yang dimulai pada tanggal 13 bulan yang sama, sebelum perang.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar