
Morgan Oey, seorang aktor ternama di Indonesia, mengungkapkan perasaannya setelah berhasil masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Ia mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi dalam kategori Pemeran Utama Pria Terbaik. Dalam kategori ini, Morgan akan bersaing dengan nama-nama besar seperti Arswendy Bening Swara, Dion Wiyoko, Nicholas Saputra, dan Ringgo Agus Rahman.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dalam unggahan di akun Instagramnya, Morgan menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Festival Film Indonesia atas apresiasi yang diberikan kepada film Pengepungan di Bukit Duri. Ia menulis, "Sebuah kehormatan bisa berproses bersama orang-orang hebat di film ini."

Perasaan Morgan Oey Masuk Nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2025
Selain itu, Morgan Oey juga menyampaikan bahwa masuknya dirinya dalam nominasi FFI 2025 lewat film Pengepungan di Bukit Duri memiliki makna yang lebih dalam. Ia merasa semakin bermakna karena ini adalah pertama kalinya ia masuk dalam nominasi FFI.
"Semakin berarti karena ini kali pertama saya masuk nominasi FFI lewat karakter Edwin dan senang sekali bisa bersanding dengan para nominee yang keren-keren. Bersyukur. Selamat untuk semua. ❤️?? @jokoanwar @comeandseepictures," tulis Morgan dalam unggahannya.
Film Pengepungan di Bukit Duri memperoleh total 12 nominasi di FFI 2025. Tidak hanya dalam kategori Pemeran Utama Pria Terbaik, film yang digarap oleh sutradara Joko Anwar ini juga masuk dalam beberapa kategori lainnya, antara lain Film Cerita Panjang Terbaik dan Sutradara Terbaik.
Sementara itu, Joko Anwar, sutradara dari film tersebut, juga mengungkapkan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh FFI 2025. Dalam unggahannya di akun Instagram, Joko menulis: "Terima kasih @festivalfilmid. Terima kasih dan selamat buat semua crew dan cast Pengepungan di Bukit Duri. Kalian semua hebat!"
Beberapa hal yang membuat film Pengepungan di Bukit Duri menjadi sorotan adalah kualitas cerita, pengambilan gambar, dan kinerja para pemainnya. Film ini menceritakan tentang sebuah peristiwa historis yang terjadi di Jakarta pada tahun 1965. Dengan alur yang kompleks dan penuh drama, film ini diharapkan dapat memberikan pengalaman menonton yang menarik bagi penonton.
Selain itu, film ini juga mencerminkan upaya untuk mengangkat isu-isu penting dalam sejarah Indonesia. Dengan adanya banyak nominasi yang diraih, Pengepungan di Bukit Duri telah membuktikan bahwa film-film lokal masih mampu bersaing dengan karya-karya luar negeri.
Para penggemar dan pengamat perfilman tentu sangat antusias dengan hadirnya film ini dalam ajang FFI 2025. Mereka berharap bahwa film ini bisa meraih penghargaan di akhir acara. Dengan prestasi yang dicapai, film ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para pelaku industri film, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin berkarya di bidang perfilman.
Kehadiran Morgan Oey dalam nominasi FFI 2025 juga menjadi angin segar bagi dunia perfilman Indonesia. Dengan prestasinya, ia membuktikan bahwa kemampuan aktingnya tidak perlu diragukan lagi. Semoga film Pengepungan di Bukit Duri bisa meraih penghargaan yang layak dan menjadi salah satu film terbaik di tahun ini.
Komentar
Kirim Komentar