Mesir: Tahap Kedua Perdamaian Gaza Mungkin Dimulai Januari

Mesir: Tahap Kedua Perdamaian Gaza Mungkin Dimulai Januari

Isu politik kembali mencuat. Mengenai Mesir: Tahap Kedua Perdamaian Gaza Mungkin Dimulai Januari, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Perkembangan Terbaru dalam Rencana Damai Gaza

Pembicaraan antara Israel dan Hamas terus berlangsung dengan harapan akan segera memasuki fase kedua dari rencana damai yang diharapkan dapat mengakhiri konflik di wilayah Gaza. Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, menyampaikan bahwa transisi menuju fase kedua ini kemungkinan akan diumumkan pada Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa pihaknya berharap fase kedua akan mencakup penarikan lengkap pasukan Israel dari wilayah tersebut, penyitaan senjata oleh Hamas, pembentukan dewan perdamaian, serta penempatan kontingen penjaga perdamaian internasional.

Abdelatty menegaskan bahwa para mediator—termasuk Mesir, Qatar, dan Turki—tergantung pada Presiden AS Donald Trump untuk memaksa Israel berhenti melanggar gencatan senjata di Gaza. Ia juga menyebutkan bahwa upaya pengerahan komite Palestina untuk mengelola Jalur Gaza akan menjadi bagian penting dari proses ini.

Kekhawatiran dari Hamas

Di sisi lain, Hamas menyampaikan peringatan bahwa pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap gencatan senjata mengancam pembicaraan tentang fase kedua perjanjian tersebut. Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan bahwa kondisi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk akibat runtuhnya bangunan yang dibom selama perang genosida. Ia menyoroti bahwa situasi semakin memburuk karena pengepungan Israel yang semakin ketat, larangan operasi rekonstruksi, serta penolakan masuknya material tempat tinggal yang memadai.

Qassem juga menyoroti bahwa pembunuhan harian warga Palestina oleh Israel merupakan kelanjutan dari pelanggaran pendudukan terhadap perjanjian gencatan senjata. Ia menilai tindakan Israel mencerminkan keinginan untuk melanjutkan agresi terhadap rakyat Gaza. Dalam pernyataannya, Qassem meminta para mediator untuk mengambil tindakan serius agar dapat mengontrol pelanggaran tersebut dan mendorong proses rekonstruksi yang nyata untuk Gaza.

Pertemuan dengan Kepala Intelijen Turki

Kepala badan intelijen Turki, MIT, telah bertemu dengan kepala tim negosiasi Hamas, Khalil Al-Hayya, untuk membahas langkah-langkah yang diperlukan dalam melanjutkan ke fase kedua rencana perdamaian Gaza. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka memperkuat kerja sama antara pihak-pihak terkait dalam upaya menciptakan stabilitas di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas langkah-langkah untuk mencegah pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Selain itu, mereka juga membahas masalah yang masih ada agar dapat melanjutkan ke fase kedua rencana damai. Meskipun tidak disebutkan secara detail, pertemuan ini menunjukkan komitmen kuat dari semua pihak untuk mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan.

Rencana Damai yang Diinisiasi oleh Donald Trump

Rencana damai yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terdiri atas 20 poin, termasuk penarikan Israel dari wilayah lain di Gaza. Fase kedua rencana ini juga mencakup pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dan pembentukan struktur pemerintahan baru yang dipimpin oleh Trump.

Selama pembicaraan, delegasi Hamas menegaskan kembali komitmennya terhadap gencatan senjata. Mereka menyatakan bahwa pelanggaran Israel telah menewaskan lebih dari 400 orang sejak perjanjian tersebut mulai berlaku pada 10 Oktober. Seorang pejabat senior Hamas, Bassem Naim, menyampaikan bahwa pembicaraan harus membahas pelanggaran gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Tantangan dan Risiko

Menteri Luar Negeri Turki menyatakan bahwa pelanggaran gencatan senjata yang terus-menerus dilakukan Israel menciptakan risiko besar bagi transisi ke fase kedua. Dua warga Palestina, termasuk seorang anak, telah tewas oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki pada Ahad. Perang genosida Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 70.669 warga Palestina dan melukai 171.165 orang sejak Oktober 2023.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun ada harapan untuk mencapai perdamaian, tantangan dan risiko tetap ada. Keterlibatan pihak-pihak internasional seperti Mesir, Qatar, dan Turki menjadi kunci dalam mencapai kesepakatan yang dapat menstabilkan situasi di Gaza.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar