Merayakan 5 Tahun, Jakarta Film Week 2025, Bangkitkan Energi Sinema dan Panggung Dunia Jakarta

Merayakan 5 Tahun, Jakarta Film Week 2025, Bangkitkan Energi Sinema dan Panggung Dunia Jakarta

Kabar selebriti kembali membuat penasaran netizen. Kali ini beredar kabar tentang Merayakan 5 Tahun, Jakarta Film Week 2025, Bangkitkan Energi Sinema dan Panggung Dunia Jakarta yang menjadi trending. Cek faktanya.
Merayakan 5 Tahun, Jakarta Film Week 2025, Bangkitkan Energi Sinema dan Panggung Dunia Jakarta

Jakarta Film Week 2025: Menyalakan Kembali Semangat Sinema Indonesia

Jakarta Film Week 2025 menggelar konferensi pers di CGV FX Sudirman, Jakarta. Konferensi pers ini menjadi momen penting dalam rangka memperingati lima tahun festival yang berkomitmen untuk menumbuhkan dan memperkuat talenta-talenta muda sekaligus memperluas jaringan industri melalui kolaborasi internasional dan forum profesional.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dengan tema REIGNITE, edisi kelima ini membawa semangat untuk menyalakan kembali percakapan, gairah, dan energi kolektif dalam ekosistem film Indonesia. Jakarta Film Week ingin menjadi ruang bersama yang mempertemukan film, penonton, dan para pelaku industri, sambil membuka akses lebih luas bagi lahirnya karya dan gagasan baru dalam sinema. Tahun ini, pelaksanaan Jakarta Film Week melalui JFWNET–Industry Program juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Program Manajemen Talent Nasional (MTN) Seni Budaya.

Rina Damayanti, Direktur Festival Jakarta Film Week 2025, menyampaikan, “Dengan mengusung tema REIGNITE, Jakarta Film Week berkomitmen terus menyalakan kreativitas melalui talenta-talenta muda dan menawarkan cerita-cerita segar dengan perspektif baru serta membuka berbagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang di panggung global melalui festival.”

Meraih Sorotan Internasional

Sejak awal penyelenggaraan pada 2021, Jakarta Film Week terus berkembang. Jumlah film meningkat hampir 55%, negara asal film bertambah, dan kehadiran penonton yang melonjak signifikan lebih dari 250%, hingga 170.000 lebih penonton, melalui daring maupun luring pada tahun 2024. Festival juga memperluas formatnya dengan hadirnya program paralel JFWNET–Industry Program sejak 2023, yang membuka ruang lebih luas untuk kolaborasi industri dan memperkuat posisi Jakarta di kancah internasional. Di tahun kelima, posisi Jakarta Film Week semakin kuat dengan tambahan program-program baru, hadirnya talenta-talenta segar, dan jangkauan yang lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di panggung global.

Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, menegaskan, "Menuju Jakarta Kota Sinema pada 2027, Pemprov DKI Jakarta memperkuat instrumen pendukung dari berbagai sisi. Jakarta Film Week sebagai festival film internasional, memberikan nafas baru untuk ruang-ruang putar, memperluas ragam tontonan, dan menghadirkan karya dan pelaku perfilman dari puluhan negara dunia untuk merayakan sinema di Jakarta. Hal ini memperkuat Jakarta sebagai Kota Global dan Kota Sinema."

Rangkaian Program Jakarta Film Week 2025

Jakarta Film Week 2025 akan dibuka oleh film The Fox King (2025), film asal Malaysia yang disutradarai oleh Woo Ming Jin dan diperankan oleh Dian Sastrowardoyo. Film yang tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto (TIFF) ini merupakan film ko-produksi Malaysia dan Indonesia, dengan ko-produser Yulia Evina Bhara. Perhelatan festival ditutup dengan film Indonesia yang tayang perdana di Jakarta Film Week, Dopamine karya yang disutradarai oleh Teddy Suryatmaja yang dibintangi oleh Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda.

Festival menghadirkan program kompetisi, termasuk Global Feature untuk film panjang internasional, Global Short untuk film pendek internasional, Global Animation untuk film animasi, Direction Award untuk film panjang Indonesia, serta Jakarta Film Fund, kompetisi ide cerita yang mendapatkan dana dan pendampingan produksi. Tahun ini, program Jakarta Film Fund akan merilis tiga film pendek karya sutradara muda Jakarta. Pertama, Amelia, Amelia (2025) karya Daphne produksi Rekata Studio. Kedua, film animasi pendek Duka Cita (2025) karya Fritz Widjaja produksi Turu Tangi Studio. Ketiga, Salon Gue Aje (2025) karya Tahlia Salima Motik produksi Illusory Films dan Benteng Air Production. Di luar kompetisi, festival menampilkan program tematik seperti Emergency Broadcast yang menyuarakan isu-isu aktual di dunia saat ini, Herstory untuk kisah dari atau tentang perempuan, Fantasea dan Classique untuk imajinasi sinema dan karya arsip.

Selain itu, festival juga menghadirkan program kolaborasi, bekerja sama dengan mitra nasional maupun internasional seperti Made in Hong Kong, Postcards from Clermont Ferrand ISFF, Bioscoop Belanda, Layar Indonesiana, Refleksi 20 Tahun Reza Rahadian, Fun Cican, dan Sekolah VR.

Menurut Novi Hanabi, Manager Program Jakarta Film Week, “Memasuki tahun kelima, tantangan untuk proses kurasi film semakin besar. Kami terus melihat perkembangan industri film dan merespons hal tersebut dalam serangkaian program yang saat ini diluncurkan. Film animasi, genre, dan film ramah orang tua dan anak menjadi sorotan di tahun ini. Jakarta Film Week bertujuan menjadi festival yang inklusif, dapat diakses oleh publik secara umum. Mengajak penonton film memberikan apresiasi dan merayakan sinema bersama-sama di Jakarta.”

Film-film yang akan ditayangkan di Jakarta Film Week 2025 berasal dari empat benua, Asia, Amerika, Eropa, dan terbaru Afrika. “Sebuah pencapaian baru bagi kami, tahun ini dapat memperluas skala dan ragam film dari benua Afrika.”, tambah Novi Hanabi.

JFWNET–Industry Program

JFWNET–Industry Program didukung oleh Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya hadir sebagai program paralel yang fokus kepada pengembangan kapasitas talenta, mendukung proyek film sebagai penggerak utama ekosistem perfilman, memperkuat jejaring profesional, serta membuka peluang kolaborasi lintas batas bagi sineas Indonesia dan internasional.

MTN Seni Budaya adalah program prioritas nasional yang dikelola Kementerian Kebudayaan. MTN Seni Budaya bertujuan untuk menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan. Program ini menghubungkan talenta dengan berbagai peluang pengembangan kapasitas dan akses pasar, baik nasional maupun global.

MTN Seni Budaya di Jakarta Film Week 2025 mencakup berbagai inisiatif, antara lain Producers Lab, Pitching Forum, MTN Lab, Masterclass, Producers Network, Industry Talks, dan Festival Meeting. Selain itu, yang terbaru adalah Talents Hub yang mengundang emerging filmmakers dari Indonesia dan juga mancanegara untuk bertemu dengan profesional industri di Indonesia. Peserta dapat bertukar pengetahuan dari masing-masing negara, memperluas jaringan, dan peluang kerja sama.

Ahmad Mahendra, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, menjelaskan, “JFWNET–Industry Program selaras dengan program MTN Seni Budaya yang menekankan upaya berkelanjutan melahirkan dan menguatkan talenta di bidang seni dan budaya, termasuk di dalamnya perfilman. Melalui program-program industri yang ditawarkan, JFWNET–Industry Program menjadi medium yang tepat untuk mencari talenta baru dan mendukung proses berkarya mereka melalui peluang kolaborasi dan rekognisi internasional.”

Program Masterclass akan mengundang ahli dan praktisi dengan fokus Music Scoring dan Directing. Selain itu, untuk program Industry Talks akan membahas International Co-production, Film Festival & Exhibition, dan Film Genre.

Claresta Taufan sebagai Festival Ambassador

Jakarta Film Week tahun ini memperkenalkan aktor muda yang akhir-akhir ini mencuri perhatian publik, Claresta Taufan sebagai Festival Ambassador. Claresta memulai kariernya sebagai aktor melalui film horor populer Ronggeng Kematian (2024) dan Badarawuhi di Desa Penari (2024). Terbaru, Claresta menjadi pemeran utama di film Maryam: Janji dan Jiwa yang Terikat (2025) dan film Pangku (2025), film debut penyutradaraan Reza Rahadian yang baru saja tayang perdana dan berkompetisi di Busan International Film Festival (BIFF) 2025 melalui program Vision Asia. Claresta membawa pulang penghargaan Winner of The Rising Star Award di Marie Claire Asia Star Award, yang merupakan bagian dari BIFF 2025.

“Aku sangat menantikan perhelatan Jakarta Film Week 2025. Sangat tidak sabar untuk menonton film-film dan mengikuti program lainnya selama festival. Menurut aku kehadiran festival skala internasional seperti Jakarta Film Week harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk para pecinta film dan pelaku industri, terutama di Jakarta, karena di sini segala kemungkinan bisa terjadi.”, ungkap Claresta Taufan dengan antusias menantikan kehadiran festival tahunan ini.

Jakarta Film Week 2025 akan berlangsung pada 22–26 Oktober 2025 di CGV Grand Indonesia, CGV FX Sudirman, Taman Ismail Marzuki, Hotel Mercure Cikini, dan Galeri Indonesia Kaya. Festival juga menghadirkan pengalaman menonton secara daring melalui platform VIDIO.

Tiket Jakarta Film Week akan tersedia di TIX.ID mulai 13 Oktober 2025. Selain itu penonton juga bisa mendapatkan tiket secara on-the-spot. Informasi lengkap mengenai jadwal pemutaran dan kegiatan dapat diakses di situs resmi www.jakartafilmweek.com serta akun media sosial @jakartafilmweek.

Mari bersama-sama menyambut Jakarta Film Week 2025 dan mendukung keberlanjutan ruang sinema Indonesia di panggung dunia!

Kesimpulan: Tunggu update selanjutnya dari artis favorit Anda. Jangan lupa untuk share berita ini ke sesama fans.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar