
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Keluhan Orang Tua Murid Terhadap Menu Makan Bergizi Gratis di Sekolah Dasar Swasta
Sejumlah orang tua murid di salah satu sekolah dasar swasta di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka menilai bahwa menu yang diberikan tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang dan justru berpotensi tidak sehat bagi anak-anak.
Menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada awal pekan ini terdiri dari biskuit gandum kemasan, donat, susu UHT, dan pisang. Kombinasi makanan ini dinilai para orang tua jauh dari standar makanan bergizi yang seharusnya mencakup karbohidrat, protein, sayuran, dan buah segar.
Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ia terkejut saat mengetahui menu yang diterima anaknya hanya berupa makanan kemasan dan olahan. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena mengira bahwa program makan bergizi gratis akan berisi makanan yang dimasak, seperti nasi dengan lauk pauk, atau minimal makanan rumahan. Namun, yang diberikan justru donat dan biskuit kemasan. “Ini bukan makanan bergizi, ini jajanan,” ujarnya.
Ia menilai bahwa program yang seharusnya membantu pemenuhan gizi anak justru berpotensi menanamkan kebiasaan makan tidak sehat. “Kalau anak-anak terus dikasih makanan seperti ini, mereka jadi terbiasa makan manis dan olahan. Padahal pemerintah bilang tujuannya memperbaiki gizi,” katanya dengan nada kecewa.
Orang tua lain menyebutkan bahwa anaknya bahkan tidak mau menghabiskan makanan tersebut. “Anak saya bilang donatnya keras, biskuitnya manis sekali. Akhirnya dibuang. Sayang sekali, kalau programnya niat baik tapi pelaksanaannya begini,” tutur seorang ibu rumah tangga lain.
Dari pantauan di lapangan, menu yang dibagikan oleh SPPG memang cenderung berupa makanan ringan dan siap saji. Tidak tampak adanya menu utama berbasis karbohidrat dan protein segar seperti nasi, telur, tempe, atau ayam. Sejumlah orang tua juga mempertanyakan sumber bahan dan proses pengadaan makanan tersebut.
“Kalau makanannya dari pabrikan, berarti ada kontrak pengadaan dengan pihak ketiga. Kami ingin tahu siapa penyedianya dan apakah sudah melalui uji kandungan gizi,” ujar salah satu wali murid yang juga aktif di komite sekolah.
Beberapa pihak menyoroti bahwa donat dan biskuit kemasan termasuk makanan olahan tinggi gula dan lemak trans, yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi rutin oleh anak-anak. Kandungan pewarna dan pemanis buatan di produk pabrikan juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kabupaten Cirebon, Sartono mengatakan, menu tersebut tidak memenuhi kriteria makanan bergizi seimbang untuk anak usia sekolah. “Makanan bergizi bukan sekadar memberi energi, tapi harus memenuhi kebutuhan protein, vitamin, dan mineral. Kalau isinya donat dan biskuit, ini lebih mirip snack time daripada makan bergizi,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Kecamatan Talun belum memberikan keterangan resmi terkait komposisi dan standar menu MBG yang disalurkan. Pemerintah daerah juga belum menanggapi keluhan orang tua murid mengenai dugaan ketidaksesuaian menu dengan prinsip gizi seimbang.
Komentar
Kirim Komentar