aiotrade
Mengawali hari dengan secangkir kopi sering kali menjadi kebiasaan yang tidak terlewatkan bagi banyak orang. Aroma kopi yang khas dan rasa pahitnya membuatnya menjadi minuman favorit untuk membangunkan tubuh dari rasa kantuk. Namun, ada sebagian orang yang merasakan efek lain setelah menyeruput kopi, yaitu dorongan untuk buang air besar (BAB). Fenomena ini tidak hanya sekadar persepsi, melainkan ada dasar ilmiah di baliknya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Mengapa Kafein Bisa Memicu BAB?
Salah satu faktor utama yang berperan adalah kafein. Zat stimulan ini dikenal mampu merangsang kerja usus besar atau kolon. Kafein dapat meningkatkan aktivitas pencernaan, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong. Dalam satu cangkir kopi biasanya terkandung sekitar 95 miligram kafein, jauh lebih tinggi dibandingkan minuman bersoda yang hanya mengandung sekitar 35 miligram.
Penelitian menunjukkan bahwa kopi biasa bisa membuat aktivitas kolon meningkat hingga 60 persen dibandingkan air putih. Sementara itu, kopi berkafein tercatat 23 persen lebih aktif dalam merangsang kolon dibandingkan kopi tanpa kafein. Hal ini membuktikan bahwa kafein memiliki peran signifikan dalam memicu keinginan untuk BAB.
Kafein Bukan Satu-Satunya Penyebab
Meski kafein sering dianggap sebagai penyebab utama, ternyata kopi tanpa kafein (decaf) juga bisa menyebabkan dorongan untuk BAB. Ini menunjukkan bahwa ada faktor lain dalam kopi yang turut berkontribusi. Beberapa di antaranya adalah:
-
Tingkat keasaman kopi
Kopi memiliki sifat asam dan mengandung senyawa kimia yang dapat merangsang otot-otot usus. Menurut American Chemical Society (ACS), kopi memicu lambung untuk menghasilkan lebih banyak asam lambung. Asam ini membantu memecah protein, tetapi juga dapat mempercepat pengosongan lambung ke usus, sehingga proses pencernaan berjalan lebih cepat. -
Pengaruh hormon pencernaan
Kopi juga diketahui meningkatkan produksi hormon pencernaan seperti gastrin dan cholecystokinin. Hormon-hormon ini berperan dalam merangsang kontraksi usus besar dan meningkatkan produksi empedu. Meskipun belum diketahui secara pasti senyawa apa dalam kopi yang memicu peningkatan hormon ini, efeknya jelas terasa pada sebagian orang.
Tambahan Susu atau Krimer Bisa Jadi Penyebab
Dalam beberapa kasus, bukan kopi itu sendiri yang menjadi penyebab, melainkan tambahan susu atau krimer. Sebanyak 65 persen orang dewasa memiliki intoleransi laktosa, yaitu kesulitan mencerna gula susu. Jika seseorang memiliki intoleransi laktosa yang belum terdiagnosis, konsumsi kopi dengan susu atau krimer dapat memicu gejala seperti perut kembung, nyeri perut, hingga diare. Kondisi ini tentu saja memperkuat keinginan untuk ke toilet.
Kesimpulan
Hingga kini, para peneliti masih mencari penyebab pasti mengapa kopi membuat sebagian orang ingin BAB. Namun, kemungkinan besar efek tersebut merupakan kombinasi dari kafein, keasaman kopi, pengaruh hormon pencernaan, serta sensitivitas terhadap bahan tambahan seperti susu.
Kabar baiknya, tidak ada efek negatif yang diketahui dari kebiasaan kopi yang memicu BAB. Jadi, jika kopi membantu melancarkan pencernaan, tidak ada salahnya tetap menikmati secangkir kopi pagi.
Komentar
Kirim Komentar