Pemutaran Perdana dan Screening Khusus

Sebelum dirilis secara komersial, film biasanya menghadiri berbagai acara promosi yang melibatkan kru dan para aktornya. Dua hal yang paling penting dalam proses ini adalah world premiere dan private screening. World premiere dari Avatar: Fire and Ash telah diadakan pada 1 Desember 2025 di Dolby Theatre, Los Angeles. Acara ini memberikan akses awal bagi kritikus, media, influencer, serta undangan terbatas lainnya. Tujuannya adalah untuk membangun citra film melalui ulasan yang muncul sebelum tayang secara luas.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Berbeda dengan world premiere yang menarik perhatian publik, private screening memiliki fungsi yang lebih strategis. Pemutaran ini dilakukan secara terbatas dan menyasar kalangan internal industri film termasuk anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS). Hal ini merupakan bagian dari kampanye For Your Consideration (FYC), yang bertujuan untuk memastikan film mereka benar-benar ditonton oleh para partisipan ajang penghargaan meskipun belum dirilis secara komersial.
Kombinasi antara pemutaran perdana dan private screening membuat Avatar: Fire and Ash tampil unggul di musim penghargaan, bahkan sebelum resmi tayang di bioskop.
Aturan Golden Globe yang Fleksibel

Selain dinominasikan untuk Best Original Song, Avatar: Fire and Ash juga masuk dalam nominasi Cinematic and Box Office Achievement. Menurut laporan dari The Stateman, Golden Globe memiliki aturan yang relatif fleksibel untuk kategori ini. Film yang dirilis setelah 22 November tetap dapat memenuhi syarat apabila diproyeksikan akan meraih kesuksesan komersial, baik di bioskop maupun di platform streaming.
Keputusan ini sempat menuai kritik karena dianggap terlalu spekulatif. Terlebih karena filmnya belum memiliki angka pendapatan resmi saat nominasi diumumkan. Namun, jika melihat rekam jejak dua film pertamanya, Avatar (2009) dan Avatar: The Way of Water (2022), yang masing-masing meraup pendapatan box office global sebesar 2,9 miliar dan 2,3 miliar dolar AS, asumsi tersebut cukup masuk akal.
Golden Globe menetapkan ambang batas performa komersial sebesar 150 juta dolar AS secara global, termasuk 100 juta dolar AS di Amerika Utara, atau capaian yang setara melalui distribusi digital. Dengan sejarah komersial waralaba Avatar yang fantastis, kecil kemungkinan Avatar: Fire and Ash gagal memenuhi kriteria tersebut.
Validasi dari American Film Institute

Dengan masuknya Avatar: Fire and Ash ke dalam daftar film 2025 terbaik versi American Film Institute (AFI), maka menjadi awal yang hebat untuk memuluskan langkahnya di musim penghargaan yang sengit. AFI sendiri tidak menggunakan sistem voting terbuka maupun keanggotaan seperti Oscar atau Golden Globes. Daftar tahunan ini dikurasi secara tertutup oleh juri yang terdiri dari akademisi, kritikus, dan praktisi industri film.
Karena bersifat kuratorial, AFI tidak mewajibkan film untuk sudah dirilis secara luas di bioskop. Selama memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh juri, film tersebut dapat dipertimbangkan untuk masuk ke dalam daftar tahunan mereka. Untuk Avatar: Fire and Ash, memperoleh validasi institusional bahkan sebelum dirilis secara komersial menegaskan posisinya sebagai salah satu film yang membawa dampak besar di Hollywood pada 2025.
Avatar: Fire and Ash tentang Apa?
Film Avatar: Fire and Ash merupakan kelanjutan dari trilogi Avatar yang awalnya dirilis pada 2009. Di film ketiga ini, penonton akan diajak menyaksikan kembali petualangan para karakter utama, termasuk Jake Sully dan Neytiri, yang kembali menghadapi ancaman baru di dunia Pandora. Film ini menggabungkan elemen aksi, drama, dan teknologi visual yang canggih, yang menjadi ciri khas karya James Cameron. Dengan alur cerita yang kompleks dan pengembangan karakter yang mendalam, Avatar: Fire and Ash diharapkan mampu memenuhi ekspektasi penggemar dan kritikus.
Komentar
Kirim Komentar