Mantan Juara MotoGP Bandingkan Honda dan Suzuki

Mantan Juara MotoGP Bandingkan Honda dan Suzuki

Dunia olahraga tengah memanas hari ini. Terkait Mantan Juara MotoGP Bandingkan Honda dan Suzuki, para suporter tentu sudah menunggu kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.


Joan Mir, mantan juara MotoGP, mengungkapkan perbedaan dalam berkendara bersama Suzuki dibandingkan Honda yang belum memberinya rasa nyaman di musim MotoGP 2025.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pembalap asal Spanyol ini menghabiskan musim 2025 dengan performa yang tidak stabil. Di sepanjang musim, ia lebih sering terjatuh daripada mampu menyelesaikan balapan. Dari 13 seri yang diikutinya bersama Honda, Mir gagal finish sebanyak 13 kali.

Salah satu momen terbaiknya terjadi saat seri Aragon di awal musim. Meskipun begitu, ia menyatakan bahwa potensi terbaiknya hanya bisa mencapai posisi tujuh besar.

"Di paruh pertama tahun ini, hal terbaik yang bisa saya lakukan dengan motor ini adalah finis di tujuh besar," ujar Mir dikutip dari Crash.

"Tetapi jika tidak, potensi sebenarnya adalah untuk menyatukan semuanya dan masuk tujuh besar."

Perubahan signifikan terasa setelah seri Barcelona. Setelah itu, Mir akhirnya berhasil naik podium di Sepang.

"Setelah Barcelona, kami sedikit meningkatkan aerodinamika dan koneksi mesin," jelasnya.

"Itu adalah sesuatu yang sangat mengganggu saya. Dan kemudian secara pribadi saya bisa menemukan kecocokan."

"Sepang biasanya bukanlah trek yang sangat cocok untuk motor ini secara historis."

"Dan saya pikir apa yang kami lakukan di sana adalah sesuatu yang sangat penting."

"Karena biasanya, kami kesulitan dengan daya cengkeram ban. Dan Sepang adalah trek dengan daya cengkeram ban yang sangat rendah," tambahnya.

Puncak dari peningkatan tersebut terlihat saat GP Malaysia. Joan Mir menunjukkan pengereman yang efektif. Kemampuan alami ini sudah lama ia miliki selama bersama Suzuki.

"Dengan Suzuki, gaya berkendara seperti ini tidak cocok," ucap Mir.

"Saya harus beradaptasi dengan motor agar lebih mengalir, mengerem sedikit lebih awal dan melepaskan rem lebih awal."

"Karena motor itu membutuhkan gaya berkendara seperti itu."

"Dan sekarang dengan Honda, saya kembali ke gaya alami saya. Seperti yang saya miliki di Moto3 dan Moto2."

"Itu sesuatu yang sangat saya nikmati, mengerem dengan sangat keras dan benar-benar menekan motor ke tanah."

"Namun, ini sangat sulit dilakukan, karena saya mengambil risiko lebih besar daripada yang lain, dan saya perlu menemukan batasan dan kepercayaan diri."

"Hal itu bisa menyebabkan beberapa kecelakaan, tetapi jika saya mampu berkendara dengan sedikit lebih banyak margin, kita bisa mengendalikannya."

Sayangnya, Mir terlambat menemukan potensi terbaiknya bersama Honda. Meski berhasil naik podium dua kali di Asia, ia tetap tertahan di peringkat 15 klasemen akhir.

Hal ini tidak lepas dari kegagalannya mencapai garis finish dalam 21 dari 44 balapan.

Bagi tim Honda, Mir hanya kalah dari Luca Marini yang menempati peringkat ke-13.

Kesimpulan: Dukung terus atlet/tim kebanggaan Anda. Nantikan terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar