Mandi Air Panas atau Dingin, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Mandi Air Panas atau Dingin, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.


aiotrade
Perdebatan mengenai suhu air mandi sering muncul karena setiap pilihan dianggap memiliki manfaat yang berbeda bagi tubuh. Beberapa orang merasa lebih rileks setelah mandi dengan air panas, sementara yang lain justru merasa segar dan berenergi setelah mandi air dingin. Di balik preferensi tersebut, para ahli dan penelitian ilmiah telah mencoba memahami bagaimana suhu air memengaruhi tubuh dan pikiran. Lantas, mana yang sebenarnya lebih baik: mandi air panas atau mandi air dingin?

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Relaksasi dan Risiko Mandi Air Panas

Mandi air panas menjadi kebiasaan banyak orang untuk melepas penat setelah beraktivitas. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang merasa nyaman saat mandi pada suhu sekitar 40–41 derajat Celsius. Sensasi hangat ini tidak hanya memberikan rasa nyaman, tetapi juga membantu meredakan ketegangan otot dan meningkatkan kualitas tidur.

Selain itu, air panas juga dapat melancarkan sirkulasi darah. Paparan panas membuat pembuluh darah melebar, sehingga aliran darah meningkat. Kondisi ini dinilai membantu mengurangi kekakuan pembuluh darah dan berdampak positif bagi kesehatan jantung.

Namun, efek dari air panas juga memiliki sisi negatif. Dokter kulit Sejal Shah mengingatkan bahwa penggunaan air panas berlebihan dapat berdampak buruk bagi kulit dan rambut. "Air panas menghilangkan minyak alami kulit sehingga menyebabkan kulit kering, gatal, dan akhirnya eksim. Hal yang sama juga terjadi pada rambut," ujarnya.

Sementara itu, ahli jantung Hassan Makki menyoroti risiko penurunan tekanan darah saat mandi air panas. "Ini disebut sinkop vasovagal, dan mandi air panas adalah tempat yang tepat untuk terjadinya kondisi tersebut," katanya. Ia menjelaskan bahwa penurunan tekanan darah mendadak dapat menyebabkan pusing hingga pingsan.

Manfaat dan Risiko Mandi Air Dingin

Berbeda dengan air panas, mandi air dingin kerap dikaitkan dengan efek stimulasi tubuh. Meskipun dahulu digunakan secara ekstrem, kini sejumlah studi menunjukkan bahwa air dingin dapat memicu respons fisiologis yang bermanfaat. Dosen Fisiologi Olahraga Lindsay Bottoms menjelaskan bahwa paparan air dingin mengaktifkan sistem saraf simpatik. "Ketika ini diaktifkan, misalnya saat mandi air dingin, Anda akan mengalami peningkatan hormon noradrenalin," jelasnya.

Kondisi ini berkaitan dengan peningkatan detak jantung dan tekanan darah yang dinilai berdampak positif bagi kebugaran. Selain itu, tubuh akan bekerja lebih keras untuk menghangatkan diri setelah terpapar air dingin, sehingga sirkulasi darah meningkat dan metabolisme terdorong naik.

Bottoms juga menyoroti manfaat mentalnya. "Ada aliran pemikiran bahwa perendaman air dingin meningkatkan kewaspadaan mental," tulisnya, bahkan disebut berpotensi membantu meredakan gejala depresi melalui stimulasi saraf ke otak.

Namun, mandi air yang terlalu dingin tetap berisiko. Pakar kesehatan Glen Coulson memperingatkan bahwa paparan ekstrem dapat memicu syok. "Menenggelamkan diri dalam air yang sangat dingin dapat menyebabkan tubuh mengalami syok air dingin, mulai dari hiperventilasi hingga serangan jantung," katanya.

Pilihan Ideal: Tidak Terlalu Panas, Tidak Terlalu Dingin

Dengan manfaat dan risiko di masing-masing suhu, para ahli menilai bahwa pilihan terbaik bukan berada di dua ekstrem tersebut. Dokter kulit Carl Thornfeldt menyarankan pendekatan moderat. "Solusi terbaik adalah mandi dengan air hangat suam-suam kuku, lalu diakhiri dengan bilasan air dingin selama beberapa detik," ujarnya.

Pendapat senada disampaikan Coulson, khususnya saat cuaca panas ekstrem. Ia menegaskan bahwa mandi air dingin tidak serta-merta menurunkan suhu inti tubuh. "Selalu disarankan mandi dengan air hangat kuku (suhu air yang tidak panas dan tidak dingin) dibandingkan mandi dengan air dingin," katanya.

Dengan demikian, kombinasi suhu yang seimbang dinilai paling aman dan efektif untuk menjaga kenyamanan sekaligus kesehatan tubuh.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar