
Kondisi Kelurahan Hutanabolon Pasca Bencana Banjir dan Longsor
Setelah tiga minggu menghadapi bencana banjir dan longsor, kondisi di Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah masih belum membaik. Wilayah ini terus berjuang melawan dampak dari bencana yang terjadi sejak beberapa waktu lalu.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Perjalanan menuju Kelurahan Hutanabolon kini semakin sulit. Air banjir masih menggenangi area rumah warga, sementara kayu-kayu besar dan lumpur menutupi banyak bagian permukiman. Warga masih kesulitan mengakses fasilitas dasar seperti listrik dan air bersih. Banyak dari mereka yang harus menggunakan air bekas banjir untuk kebutuhan MCK, mencuci piring, dan keperluan lainnya.
Akses jalan menuju Hutanabolon, khususnya Jalan Simpang Sigotom, masih tidak layak dilewati kendaraan roda dua dengan mesin matic. Akibatnya, banyak warga terpaksa berjalan kaki selama dua jam untuk pulang pergi membawa sembako seperti beras, minyak, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.
Setelah tiga minggu bencana, jalan menuju Hutanabolon tampak lebih parah. Lumpur tebal yang menutupi badan jalan membuat perjalanan semakin sulit. Ketika sampai di Hutanabolon, kondisi wilayah tersebut masih sama. Kayu-kayu dan lumpur yang mengelilingi beberapa rumah warga yang tersisa masih terlihat.
Namun, ada sedikit harapan. Saat ini, tiga alat berat telah dikerahkan untuk memperbaiki aliran sungai. Proses perbaikan ini dilakukan agar aliran air bisa kembali normal. Meskipun begitu, keberadaan roda empat yang hanyut mulai terlihat di sisi kanan dan kiri jalan. Pihak petugas gabungan juga sedang melakukan perbaikan pada sekolah-sekolah dan gereja-gereja yang rusak akibat bencana.
Warga Kelurahan Hutanabolon, Asrin Tambunan, menjelaskan bahwa aliran sungai yang terganggu akan terus mengalir ke jalanan jika tidak segera diperbaiki. Menurutnya, sungai yang terisi oleh kayu-kayu besar menyebabkan aliran air tidak lancar.
"Ini air aliran sungai banjir kemarin. Jadi sungai kami dipenuhi kayu-kayu. Makanya kalau kayu cepat diangkat, alirannya balik ke semula. Baru bisa rumah kami dibersihkan. Kalau enggak begini teruslah ini," ujarnya.
Asrin juga mengungkapkan bahwa listrik belum kembali menyala pasca bencana. Ia merasa sulit untuk hidup dalam kondisi seperti ini.
"Belum ada listrik hidup. Gimana mau hidup, air sungai masih melintas di jalan ini. Masih banjirlah ini. Mudah-mudahan cepatlah diperbaiki aliran sungai ini," katanya.
Kondisi yang terus memburuk ini menunjukkan betapa pentingnya langkah-langkah darurat yang segera diambil. Dengan perbaikan aliran sungai dan akses jalan yang memadai, warga Hutanabolon dapat kembali menjalani kehidupan normal.
Komentar
Kirim Komentar