
Pengantar Buku Sistem Produksi Manufaktur
Buku dengan judul Sistem Produksi Manufaktur ditulis oleh Indra Setiawan, Setiawan, dan Choesnul Jaqin. Diterbitkan oleh PT Refika Aditama di Bandung pada November 2025, buku ini memiliki 242 halaman dan berISBN 978 623 5031 361. Di tengah percepatan industri dan tuntutan efisiensi yang semakin tinggi, kebutuhan akan literatur sistem produksi yang komprehensif dan aplikatif menjadi semakin mendesak. Dunia manufaktur tidak lagi sekadar berbicara tentang mesin dan output, tetapi tentang bagaimana organisasi mengelola aliran proses, sumber daya manusia, teknologi, dan data secara terintegrasi. Dalam konteks inilah buku ini hadir sebagai rujukan penting, baik bagi mahasiswa, praktisi industri, maupun pengambil kebijakan yang ingin memahami sistem produksi secara utuh dan kontekstual.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Struktur Buku yang Sistematis
Buku ini disusun secara sistematis dan bertahap. Bab pertama membuka pembahasan dengan pengantar sistem produksi, mulai dari perkembangan industri manufaktur hingga ruang lingkup dan prinsip dasarnya. Bab ini menempatkan sistem produksi sebagai tulang punggung daya saing industri, sekaligus mengaitkannya dengan tantangan global dan transformasi industri 4.0.
Bab kedua membahas jenis-jenis sistem produksi secara rinci. Penjelasan mengenai sistem produksi kontinyu, job shop, batch, hingga perbandingan push system dan pull system disajikan secara analitis namun mudah dipahami, sehingga pembaca dapat melihat kelebihan dan keterbatasan masing-masing pendekatan.
Konsep-Konsep Penting dalam Sistem Produksi
Bab ketiga mengulas konsep Kaizen sebagai filosofi perbaikan berkelanjutan. Bab ini menegaskan bahwa efisiensi produksi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh budaya kerja, pola pikir, dan komitmen organisasi terhadap perbaikan terus menerus.
Bab keempat membahas Toyota Production System yang menjadi fondasi banyak praktik manufaktur modern. Penjelasan mengenai pilar TPS memperlihatkan bagaimana efisiensi, kualitas, dan fleksibilitas dapat dibangun secara simultan dalam sistem produksi.
Bab kelima mengulas Just In Time secara mendalam, mulai dari sejarah hingga penerapan Kanban. Bab ini menempatkan pengelolaan waktu dan persediaan sebagai faktor krusial dalam menekan pemborosan dan meningkatkan responsivitas produksi.
Pendekatan Praktis untuk Efisiensi
Bab keenam hingga kedelapan membahas konsep Jidouka, Heijunka, dan standardisasi kerja. Ketiga bab ini menegaskan pentingnya keseimbangan beban kerja, pencegahan cacat, serta standarisasi sebagai prasyarat utama terciptanya sistem produksi yang stabil dan berkelanjutan.
Bab kesembilan hingga kedua belas memperluas perspektif pembaca melalui visualisasi manajemen, metrik waktu produksi, Shojin dan Shoujinka, serta Lean Manufacturing. Bab-bab ini menempatkan efisiensi sebagai hasil dari sistem yang terukur, transparan, dan berorientasi pada pengurangan pemborosan.
Studi Kasus dan Penerapan Nyata
Bab terakhir menyajikan studi kasus terbaik yang menghubungkan teori dengan praktik lapangan. Melalui studi kasus ini, pembaca diajak melihat bagaimana konsep sistem produksi diterapkan secara nyata dalam konteks industri.
Konten yang Komprehensif dan Relevan
Secara substantif, kekuatan utama buku ini terletak pada kemampuannya menjelaskan sistem produksi sebagai satu kesatuan yang saling terhubung. Sistem produksi tidak dipahami secara parsial, melainkan sebagai rangkaian aliran material, informasi, dan keputusan manajerial yang menentukan kualitas, biaya, dan kecepatan produksi. Penjelasan mengenai sistem produksi kontinyu, job shop, hingga produksi berbasis pesanan memberikan gambaran konkret tentang bagaimana strategi produksi harus disesuaikan dengan karakter permintaan dan pasar.
Buku ini juga relevan dengan konteks industri Indonesia yang sedang bertransformasi menuju manufaktur berbasis data dan teknologi digital. Integrasi konsep klasik seperti TPS dan Kaizen dengan isu kontemporer seperti digitalisasi rantai pasok dan efisiensi berbasis data menjadikan buku ini tidak hanya normatif, tetapi juga visioner. Dengan pendekatan semacam ini, pembaca tidak hanya diajak memahami jenis dan model sistem produksi, tetapi juga didorong untuk membaca implikasi strategis dari setiap pilihan sistem terhadap daya saing jangka panjang organisasi. Buku ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan sistem produksi sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam menyelaraskan proses teknis, sumber daya manusia, dan pemanfaatan data secara terintegrasi dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, buku ini layak dibaca sebagai pegangan konseptual sekaligus panduan praktis bagi siapa pun yang ingin memahami dan mengelola sistem produksi manufaktur secara efektif di era persaingan global.
Komentar
Kirim Komentar