Kudus Kota Masa Depan ke-16, Dorong UMKM Digitalisasi

Jagat maya sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Kudus Kota Masa Depan ke-16, Dorong UMKM Digitalisasi. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.
Kudus Kota Masa Depan ke-16, Dorong UMKM Digitalisasi

Kabupaten Kudus Terpilih sebagai Kota Masa Depan dalam Digitalisasi UMKM

Kabupaten Kudus, yang dikenal dengan julukan Kota Kretek, resmi menjadi bagian dari program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan) di bidang pengembangan digitalisasi UMKM. Program ini merupakan kolaborasi antara Grab Indonesia dan OVO bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia. Kudus menjadi kabupaten/kota ke-16 yang terpilih dalam program ini.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Program ini bertujuan untuk mempercepat digitalisasi UMKM hingga ke kota-kota kecil, sehingga pelaku usaha dapat memiliki akses pasar yang lebih luas, baik secara nasional maupun global. Pelatihan, pendampingan, dan akses ekosistem digital akan diberikan kepada ratusan UMKM di Kudus melalui program akselerasi digital yang telah berlangsung sejak 2021.

Tema "Berani Digital" dan Dukungan Pemkab Kudus

Di Kabupaten Kudus, program Kota Masa Depan mengusung tema "Berani Digital", yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Program ini berlangsung selama tiga bulan dan memberikan pelatihan kepada mitra UMKM melalui berbagai materi pengembangan usaha, penguatan kapasitas, serta pendampingan pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan.

Tujuan utamanya adalah memperluas akses pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya peran e-commerce dalam mendukung sektor UMKM. Menurut Deputi Bidang Usaha Kecil, Kementerian UMKM Republik Indonesia, Temmy Satya Permana, saat ini sekitar 70 persen ekonomi digital Indonesia ditopang oleh sektor e-commerce. Ini menunjukkan besarnya peluang bagi pelaku usaha agar terhubung dengan pasar digital.

Digitalisasi UMKM di Sektor Kuliner dan Kerajinan

Kudus memiliki potensi UMKM yang kuat, khususnya di sektor kuliner, perdagangan, kerajinan tangan, dan pengolahan. Melalui program Kota Masa Depan, ratusan pelaku UMKM lokal mendapatkan pendampingan dan penguatan kapasitas usaha. Mereka juga berhak mengikuti sesi pelatihan digital secara daring sebagai bekal pengembangan digitalisasi ekosistem usaha dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan.

Selain itu, program ini juga menghadirkan pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi pelaku UMKM. Teknologi AI ini dinilai sejalan dengan komitmen Grab dalam memperluas adopsi teknologi AI yang relevan dan aplikatif bagi pelaku usaha di berbagai daerah.

Dukungan Teknologi AI dan Inklusi Digital

Grab mengklaim telah memberdayakan lebih dari 1.100 UMKM perempuan di 13 kota, dengan dukungan teknologi berbasis AI melalui Serabi (Sekumpulan Perempuan Bisa) sebagai salah satu komunitas pengusaha UMKM perempuan yang menjadi Mitra Merchant Grab. Inisiatif pelatihan teknologi AI dihadirkan dalam program Kota Masa Depan, termasuk di Kudus.

Nantinya semakin banyak UMKM lokal yang dapat memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha. Misalnya, melalui pemanfaatan Asisten AI GrabMerchant, para UMKM perempuan tersebut dapat terbantu dalam operasional usaha sehari-hari, mulai dari pengelolaan menu, promo, hingga respons terhadap kebutuhan pelanggan.

Percepat Inklusi Digital dan Keuangan

Temmy Satya Permana bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, dan Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi juga bertemu langsung dengan perwakilan UMKM yang menjadi mitra merchant Grab. Di antaranya pemilik usaha Dapoer Mpok Rani, Prisca Rani Yusnita Dewi, pengelola rumah makan Soto Kudus Bu Djatmi, Fitriana Sari, dan pemilik usaha Martabak Menuria 12, Kusrianto Agus Triyoga, yang bercerita tentang pemanfaatan digitalisasi dalam pemajuan usaha kuliner hingga berkembang pesat.

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk terus menjadi mitra pertumbuhan bagi UMKM di berbagai daerah melalui percepatan inklusi digital dan keuangan. Di Kudus, dia melihat potensi yang kuat, baik dari sektor industri padat karya maupun kuliner lokal.

Tantangan dan Harapan untuk UMKM Kudus

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton menyampaikan, Kudus memiliki potensi yang besar, namun juga memiliki tantangan yang semakin kompleks. Kata dia, banyak mitra UMKM yang belum mampu memanfaatkan teknologi digital untuk aktivitas operasional usaha. Sementara, digitalisasi merupakan kunci agar usaha lokal bisa bersaing dengan jangkauan lebih luas.

Dengan adanya program Kota Masa Depan, ia berharap UMKM Kudus dapat terdigitalisasi, agar dapat meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, dan menciptakan peluang kerja baru.

Capaian dan Komitmen Grab dalam Digitalisasi UMKM

Program Kota Masa Depan sejatinya mendukung upaya pemerintah yang telah membina 57 juta UMKM naik kelas dan berdaya saing hingga 2030. Saat ini, 25 juta mitra UMKM di Indonesia telah bergabung dalam ekosistem digital. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kesadaran dan kesiapan mitra UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital guna memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing usaha.

Hingga pertengahan Desember 2025, tercatat lebih dari 200.000 UMKM di kota-kota kecil telah go digital melalui program Kota Masa Depan. Selain itu, melalui GrabMart Pasar, lebih dari 5.200 pedagang pasar tradisional juga sudah terdigitalisasi.

Akses pembiayaan senilai lebih dari Rp6 triliun juga telah disalurkan kepada lebih dari 445.000 UMKM dan Mitra Pengemudi sejak 2021. Berbagai inisiatif ini menegaskan komitmen Grab dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan membuka akses ekonomi yang lebih luas di era digital.

Tercatat sejak 2018, digitalisasi UMKM di ekosistem Grab telah menciptakan lebih dari 4,6 juta peluang kerja, sekaligus melahirkan generasi wirausaha baru. Dimana satu dari lima Mitra Merchant merupakan Generasi Z yang memulai bisnis pertamanya melalui platform digital. Hal ini menunjukkan teknologi dapat menjadi jembatan inklusi, memungkinkan siapa pun, termasuk anak muda, untuk tumbuh dan berdaya saing secara ekonomi.

Ke depannya, peran UMKM Indonesia bakal dipekual tidak hanya di dalam negeri, juga dengan membawa UMKM lokal tampil di panggung global.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar