Kodam XIX TT Tambah Pasukan Pengamanan TNTN

Kodam XIX TT Tambah Pasukan Pengamanan TNTN

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Kodam XIX TT Tambah Pasukan Pengamanan TNTN. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.
Kodam XIX TT Tambah Pasukan Pengamanan TNTN

Penempatan Personel di Taman Nasional Tesso Nilo untuk Melindungi Masyarakat

Kodam XIX/Tuanku Tambusai (TT) kembali menegaskan bahwa penempatan personel di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) adalah keputusan negara yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan setelah terjadi insiden pengusiran petugas Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) oleh sekelompok orang.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIX Tuanku Tambusai, Letkol MF Rangkuti, menyatakan bahwa kehadiran TNI di lokasi bukan untuk menciptakan ketegangan, tetapi untuk menjaga stabilitas dan rasa aman bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa pengamanan TNTN adalah keputusan negara yang bersifat berkelanjutan.

"Masalah TNTN, (pengamanan) ini terus kita lanjutkan karena ini adalah keputusan negara, bukan keputusan Kodam," tegas Letkol MF Rangkuti, Selasa (25/11/2025).

Insiden Pengusiran Petugas Satgas PKH

Beberapa hari lalu, terjadi gejolak di lokasi TNTN. Setelah aksi demonstrasi, sekelompok massa bergerak ke lokasi dan sempat mengusir petugas Satgas PKH di pos. Kejadian ini dinilai sangat berdampak pada situasi keamanan di kawasan tersebut.

"Beberapa hari lalu ada demo. Setelah itu mereka ke lokasi (TNTN) mengusir petugas satgas di pos. Kejadian ini sangat berdampak sekali," jelasnya.

Untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan, Satgas mengambil langkah taktis dengan mengalah dan menarik diri sementara waktu. "Kita tidak mau ada insiden, maka mengalah, pindah ke tempat yang lebih netral," ujar Rangkuti.

Penguatan Personel untuk Memastikan Keamanan

Namun, pengamanan vital di TNTN segera dipulihkan. Letkol Rangkuti mengonfirmasi bahwa pos yang sempat kosong telah ditempati lagi oleh Satgas dan bahkan diperkuat dengan penambahan personel untuk memastikan keamanan.

Penebalan personel oleh Kodam XIX/TT ini sejalan dengan komitmen TNI untuk menjaga ketertiban, terutama di wilayah rawan. “Kita di sana bukan untuk berbuat anarkis, tapi melindungi kepentingan masyarakat yang ada di TNTN itu sendiri,” ungkapnya.

Penyebab Keributan di Lokasi TNTN

Ia juga menyoroti pihak-pihak yang dinilai memicu kegaduhan. Menurutnya, keributan yang terjadi saat ini tidak berasal dari masyarakat yang berdomisili di dalam areal TNTN. "Sementara yang buat gaduh bukan masyarakat yang ada di areal dalam TNTN, tapi dari luar, yang mencoba mencampuradukkan kepentingannya dengan membawa isu ini," jelasnya.

Letkol Rangkuti menambahkan bahwa penambahan kekuatan personel dan patroli keamanan ini merupakan wujud nyata dari dedikasi Kodam XIX/TT untuk menjaga stabilitas dan mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat di kawasan TNTN.

Komentar dan Reaksi Masyarakat

Masyarakat di sekitar TNTN menyambut baik langkah Kodam XIX/TT dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah. Banyak dari mereka merasa lebih aman dengan adanya kehadiran personel TNI di kawasan tersebut. Namun, beberapa kelompok lain mengkritik tindakan TNI, menilai bahwa kehadiran militer justru memicu ketegangan.

Meski demikian, Kodam XIX/TT tetap berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara keamanan dan kepentingan masyarakat. Dengan penguatan personel dan patroli rutin, diharapkan dapat mencegah konflik dan menjaga kondisi yang stabil di kawasan TNTN.


Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar