
Ratusan Tokoh Yahudi Terkemuka Minta Sanksi untuk Israel
Ratusan tokoh Yahudi terkemuka dari berbagai belahan dunia mengirimkan surat terbuka yang menuntut PBB dan para pemimpin dunia untuk menjatuhkan sanksi kepada negara Zionis, Israel. Mereka menilai tindakan Israel di Gaza sebagai perbuatan tidak bermoral yang sudah layak disebut sebagai genosida.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Surat tersebut menyatakan bahwa pemerintah di berbagai negara harus meminta pertanggungjawaban Israel atas pelanggaran hukum internasional yang terjadi di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Surat ini telah ditandatangani oleh lebih dari 450 orang, termasuk mantan pejabat, intelektual, dan seniman Israel.
Surat itu dirilis tepat pada saat Uni Eropa akan membatalkan sanksi terhadap Israel dalam pertemuan puncak di Brussels pada Kamis 23 Oktober 2025. Dalam surat tersebut, mereka menegaskan bahwa banyak hukum, piagam, dan konvensi yang dibuat untuk melindungi kehidupan manusia diciptakan sebagai respons terhadap Holocaust. Namun, mereka menilai bahwa perlindungan terhadap Holocaust telah dilanggar tanpa henti oleh Israel.
Tokoh-Tokoh Penting yang Menandatangani Surat
Seruan ini disuarakan oleh sejumlah tokoh ternama seperti mantan ketua Knesset Avraham Burg, negosiator perdamaian Israel Daniel Levy, penulis Michael Rosen dan Naomi Klein, pembuat film peraih Oscar Jonathan Glazer, aktor Wallace Shawn dan Ilana Glazer, serta filsuf Omri Boehm. Mereka meminta para pemimpin dunia segera menegakkan putusan Mahkamah Internasional dan Mahkamah Pidana Internasional.
Selain itu, mereka juga menyerukan agar dunia menghentikan penjualan senjata dan menjatuhkan sanksi kepada pejabat dan entitas Israel yang terlibat dalam kejahatan perang.
Perubahan Opini di AS
Di Amerika Serikat, saat ini terjadi pergeseran opini terhadap Yahudi dan Zionisme. Survei terbaru Washington Post menemukan bahwa 61% orang Yahudi AS percaya Israel melakukan kejahatan perang di Gaza, sedangkan 39% mengatakan bahwa Israel melakukan genosida. Survei lain yang dilakukan Quinnipiac pada bulan Agustus menunjukkan bahwa separuh pemilih AS memiliki pandangan serupa, yaitu terjadi genosida di Gaza.
Situasi di Gaza
Hingga saat ini, Israel masih melancarkan operasi militer di Gaza. Bahkan, serangan terhadap sipil, wanita, dan anak-anak menargetkan kamp pengungsian di tengah gencatan senjata. Hal ini memicu kecaman internasional terhadap tindakan Israel.
Dukungan untuk Palestina
Perlahan, Palestina mulai mendapatkan dukungan negara-negara internasional untuk menjadi sebuah negara yang berdaulat. Hal ini merupakan hal yang paling ditakuti oleh Israel selama ini.
Komentar
Kirim Komentar