Juara Futsal Pelajar Jawa Barat 2025 Terungkap
Tim futsal SMKN Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya berhasil menjadi juara pertama dalam Grand Champions Proton Super Cup Pelajar Jawa Barat 2025. Pertandingan final yang berlangsung di GOR Futsal ITB Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (21/12), memperlihatkan keunggulan Bantarkalong dengan skor akhir 2-1 atas SMAN 3 Cibinong, Kabupaten Bogor.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kemenangan ini menempatkan Bantarkalong sebagai tim terbaik dalam kompetisi futsal pelajar paling bergengsi di Jawa Barat. Sementara itu, peringkat ketiga kategori ini diraih oleh SMKN 2 Ciamis.
Di kategori putri, tim futsal SMAN 3 Sumedang tampil sebagai juara pertama. Mereka sukses mengalahkan lawan-lawannya dan mendapatkan posisi kedua dari SMKN Al Huda, sementara SMAN 2 Subang menempati posisi ketiga.
Persaingan di kelompok usia SMP juga sangat ketat. Tim futsal putra SMPN 6 Purwakarta menjadi juara pertama, diikuti oleh SMPN 2 Margahayu sebagai runner-up, dan SMPN 16 Kota Bogor di posisi ketiga. Di kategori putri, SMPN 2 Tarogong Kidul meraih juara pertama, disusul oleh SMPN 4 Ciamis dan SMPN 2 Cimahi.
Penutupan kejuaraan ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Kejuaraan Futsal Pelajar Proton Super Cup 2025. Menurutnya, ajang ini membuktikan keberhasilan pembinaan futsal Jawa Barat yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, kita sudah menyaksikan para juaranya. Ini membuktikan bahwa pembinaan futsal Jawa Barat berhasil,” ujar Erwan.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut juga tercermin dari prestasi Jawa Barat di tingkat nasional, termasuk keberhasilan meraih gelar juara pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Bahkan, atlet futsal asal Jawa Barat juga berkontribusi besar pada prestasi tim futsal Indonesia di SEA Games.
Yang membanggakan, sekitar 80 persen atlet futsal nasional berasal dari Jawa Barat. Ini bukti nyata pembinaan yang konsisten,” katanya.
Erwan menilai, salah satu kunci keberhasilan pembinaan futsal adalah konsistensi penyelenggaraan kompetisi usia dini dan pelajar. Turnamen seperti Proton Super Cup dinilai efektif dalam menjaga regenerasi atlet futsal Jawa Barat.
Dari sisi dukungan pemerintah, Erwan memastikan Pemprov Jawa Barat berkomitmen penuh memajukan futsal, termasuk membuka peluang pemberian bonus bagi atlet asal Jawa Barat yang berprestasi di tingkat internasional. Ia juga mengungkapkan rencana penyelenggaraan kejuaraan futsal antar kabupaten dan kota se-Jawa Barat, serupa dengan Piala Gubernur untuk sepak bola.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Barat, Herman, menyebutkan bahwa Super Cup Futsal Pelajar SMP–SMA merupakan agenda pembinaan yang telah berjalan konsisten dan kini memasuki edisi ke-9. Ajang tersebut menjadi puncak dari rangkaian kompetisi tingkat kota dan kabupaten di 27 daerah se-Jawa Barat.
“Seluruh juara kota dan kabupaten berkumpul di sini, dan alhamdulillah rangkaiannya bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Herman juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, klub, peserta, dan media dalam mendorong kemajuan futsal Jawa Barat. Ia memastikan kalender kompetisi AFP Jabar tersusun lengkap dan berjenjang, mulai dari tingkat usia dini hingga elit.
Dengan berakhirnya Proton Super Cup Pelajar Jabar 2025, futsal Jawa Barat kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung atlet nasional, sekaligus melahirkan talenta-talenta muda yang siap melangkah ke level lebih tinggi.
Komentar
Kirim Komentar