Penangkapan Pelaku Pembunuhan Faradila Amalia Najwa
Polda Jawa Timur berhasil menangkap seorang pelaku pembunuhan terhadap Faradila Amalia Najwa (21), seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pelaku yang memiliki inisial S (45) diduga berkomplot dengan Bripka AS dalam melakukan tindakan kekerasan tersebut. S ditangkap di Pamekasan setelah bersembunyi selama beberapa hari.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Penangkapan ini dilakukan setelah tim penyidik melakukan pengejaran sejak Selasa di Tiris (Probolinggo), kemudian melanjutkan ke Lumajang, hingga akhirnya menemukan S di Pamekasan. Saat penangkapan, keluarga S mencoba membantu menghilangkan tersangka, namun setelah negosiasi panjang, S akhirnya dapat diamankan pada Jumat dini hari.
Sebelumnya, pihak kepolisian telah menangkap Bripka AS dan menetapkannya sebagai tersangka. Penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik memperoleh minimal dua alat bukti yang sah, termasuk keterangan saksi dan barang bukti fisik.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyatakan bahwa Bripka AS akan menghadapi proses pidana dan sidang kode etik Polri. "Telah terpenuhi alat bukti yang cukup. Terhadap terduga pelaku AS telah ditingkatkan statusnya menjadi tersangka. Kami akan kenakan sanksi pidana maupun kode etik," tegas Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Beberapa barang bukti telah disita, termasuk mobil Mitsubishi Triton warna merah milik tersangka, pakaian pelaku, serta dua ponsel milik korban yang sempat hilang.
Bripka AS Dikenal Arogan
Bripka AS, tersangka pembunuhan terhadap Faradila Amalia Najwa alias FAN (21), diketahui memiliki perangai arogan. Hal ini diungkap oleh salah satu rekan sesama anggota polisi yang enggan disebutkan namanya. Berlatarbelakang sebagai mantan anggota Brimob, Bripka AS sering berseteru dengan sejumlah rekan dan orang luar.
"Kalau dengar dari omongan ke omongan, katanya dia arogan. Selain itu, Bripka AS ini tidak hanya teman polisinya, teman luar yang bukan polisi juga menyebutnya PK (Penjahat Kelamin)," ujar seorang polisi yang enggan disebut namanya.
Bripka AS juga pernah berselisih dengan seseorang karena menjalin hubungan dengan mantan kekasih korban. "Katanya sih karena dia terlanjur sayang," pungkasnya.

Perkawinan Bripka AS dengan Kakak Korban
Felani (32), sopir pribadi keluarga FAN, menyebut bahwa Bripka AS sudah tiga kali bercerai sebelum akhirnya menikahi kakak dari korban bernama Husnawiyah. "Pelaku (Bripka AS) nikah dengan kakak korban ini pas jadi duda 3 kali. Menikah dengan Husna pas posisi Husna masih perawan," kata Felani.
Menurut Felani, Bripka AS dianggap tidak memiliki rasa syukur. Hal ini beralasan karena oleh mertuanya, Bripka AS sudah diberikan berbagai fasilitas. "Abah (Mertua Bripka AS) kalau di desa memang dikenal sultan. Karena banyak usahanya seperti dagang sembako, material bangunan, travel dan truk hingga jual beli tanah," tutur Felani.
Sementara kerabat korban, Agus Subiyanto, menyebut setelah menikah dengan istrinya atau kakak kandung korban, Bripka AS dikaruniai 1 orang anak dan istrinya kini sedang hamil. "Kalau tidak salah itu menikah sudah hampir 4 tahun. Kalau Bripka AS ini orang Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, yang informasinya orang tuanya jual gorengan," ujar Agus.
Korban Dicekik
Jasad Faradila Amalia Najwa ditemukan dalam kondisi telentang di dasar sungai yang kering dengan posisi lutut kaki tertekuk dan pakaian masih lengkap di pinggiran sungai Jalan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (16/12/2025). Dari hasil autopsi jasad Faradila menunjukkan sejumlah lebam dan memar ditubuh mengindikasikan tindakan kekerasan yang dilakukan Bripka AS.
Samsul (40), selaku sopir pribadi keluarga korban, menyebut dibagian leher ada bekas cekikan, bagian dahi ada bekas pukulan, di bagian nadi ada bekas tekanan dan di bagian paha ada bekas cubitan. Cara sadis itu dilakukan Bripka AS kepada adik iparnya sendiri yang disebut tidak memiliki hubungan harmonis.
Dari keterangan pihak kepolisian, lanjut Samsul, ada kejanggalan saat korban ditemukan. Hal itu diketahui saat helm korban dibuka dan ternyata rambut hingga pipinya berlumuran lumpur, sedangkan helm yang dikenakan seperti baru beli.
Pihak keluarga menduga jika pembunuhan Faradila sengaja ditutupi Bripka AS dengan dalih jadi korban begal. "Kalau helm nya sendiri masih ada di kos nya sama sepeda motornya. Mungkin, dipakaikan biar dikira jadi korban begal, terlebih lagi HP dan tas nya juga hilang,"ujarnya.
Rekaman CCTV dan Mobil Pelaku
Berdasarkan rekaman CCTV di tempat kos korban, sebelum ditemukan tewas FAN dijemput oleh ojek online pada Selasa malam sekitar pukul 08.14 WIB. Sementara itu, dari CCTV di sekitar tempat kejadian perkara, terlihat sebuah mobil Strada Triton double cabin milik terduga pelaku mondar-mandir di lokasi.
Hal ini diungkap ayah korban, Ramlan. "Bahkan mobil double cabin itu saya sendiri yang membelikannya,” kata Ramlan.
Ramlan mengaku mendapat informasi awal dari Kapolres Pasuruan terkait penemuan jasad putrinya.
Bripka AS Ikut Bantu Urus Jenazah
Sebelum ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim, Bripka AS ternyata sempat ke Rumah Sakit Bhayangkara, Watukosek, Pasuruan tempat jasad Faradila di autopsi. Bripka AS mendatangi rumah sakit itu setelah diminta orangtua korban yang juga mertuanya, H Ramlan.
Saat itu Bripka AS datang bersama dua sopir pribadi keluarga korban, yakni Samsul (40) dan Abdul (48). Namun, ketiganya pergi menggunakan kendaraan masing-masing. Setiba di RS Bhayangkara, sambil menunggu hasil autopsi, Samsul sempat pergi ke warung sekitar untuk makan.
Tak berselang lama, datang Bripka AS bersama beberapa orang dari Polda Jatim. "Ke saya bilangnya pergi sebentar karena masih ada urusan di Polda. Setelah makan, baru lah saya dapat kabar kalau dia (Bripka AS) ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim," kata Samsul.
Penangkapan itu dikuatkan dengan adanya rekaman CCTV di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan tubuh korban di Desa/Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. "Di rekaman CCTV yang tak jauh dari lokasi korban ditemukan itu menampilkan ada mobil tryton double kabin warna merah dop yang mondar mandir. Mobil itu memang milik yang bersangkutan karena dibelikan oleh abah (Ayah korban)," terang Samsul.
Samsul mengaku sempat bertanya kepada petugas kamar jenazah tentang gerak-gerik Bripka AS sebelum ditangkap. Ternyata Bripka AS sempat masuk ke kamar jenazah namun tidak melihat tubuh korban. "Cuma masuk ke kamar jenazah saja, tapi tidak sampai lihat atau buka kantong jenazah korban," pungkasnya.
Dugaan Motif
Menurut pengakuan keluarga yakni orang tua korban, memang hubungan keduanya di mata keluarga korban sama sekali tidak harmonis. Bripka AS dan korban memiliki hubungan yang sangat tidak harmonis. Begitupun juga antara terduga pelaku dengan kakak sulung korban.
FAN (21) merupakan anak bungsu dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) H. Ramlan (60) dan Siti (52). Sedangkan kakak sulung korban FAN (21) bernama Yanu (36) dan kakak kedua korban bernama Husna (34). Husna (34) ini diketahui sebagai istri dari terduga pelaku yakni Bripka AS.
Komentar
Kirim Komentar