Kasus Kematian Sopir Truk Sampah Bantargebang, DLH DKI Gelar Cek Kesehatan Hari Ini

Kasus Kematian Sopir Truk Sampah Bantargebang, DLH DKI Gelar Cek Kesehatan Hari Ini

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Kasus Kematian Sopir Truk Sampah Bantargebang, DLH DKI Gelar Cek Kesehatan Hari Ini, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pemeriksaan Kesehatan Massal bagi Sopir Truk Sampah di TPST Bantargebang

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah memulai pemeriksaan kesehatan massal bagi para sopir truk pengangkut sampah yang bekerja di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas meninggalnya dua pengemudi truk sampah sepanjang Desember 2025, yaitu Kame (50) dan Yudi (51). Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta untuk mencegah risiko kesehatan yang mungkin terjadi pada para sopir yang setiap hari bertugas mengangkut sampah.

Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinkes DKI Jakarta untuk melaksanakan skrining kesehatan di lokasi. "Saya sudah berkoordinasi dengan Ibu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk melaksanakan screening kesehatan bagi para pengemudi truk sampah di TPST Bantargebang," ujar Yogi dalam keterangan tertulisnya.

Mekanisme Rujukan Kegawatdaruratan

Selain pemeriksaan kesehatan, DLH DKI Jakarta juga menyiapkan mekanisme rujukan kegawatdaruratan bagi sopir yang membutuhkan penanganan medis segera saat sedang mengantre atau membuang sampah di TPST Bantargebang. "Kami juga akan menyiapkan rujukan penanganan kesehatan lanjutan melalui puskesmas dan rumah sakit, termasuk rujukan kegawatdaruratan ke rumah sakit di wilayah Bekasi jika kegawatdaruratan terjadi di TPST Bantargebang," jelas Yogi.

Perbaikan Sistem Operasional dan Penjadwalan

Tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, DLH DKI Jakarta juga berencana melakukan pembenahan sistem operasional dan penjadwalan pengangkutan sampah. Langkah ini ditujukan untuk mengurai antrean truk yang selama ini kerap terjadi dan diduga memicu kelelahan para sopir. "Kami akan melakukan pengaturan ulang shift dan jadwal pembuangan sampah menuju TPST Bantargebang guna mencegah penumpukan kedatangan truk pada waktu tertentu," ucap Yogi.

Penyesuaian operasional tersebut juga akan mempertimbangkan faktor cuaca ekstrem, seiring adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Menyikapi prakiraan cuaca ekstrem dalam satu minggu ke depan berdasarkan informasi dari BMKG, kami menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada para pengemudi truk sampah, mengingat kondisi cuaca berpotensi menghambat proses pembuangan sampah di TPST Bantargebang," tambahnya.

Kasus Kematian Sopir Truk Sampah

Sebelumnya diberitakan, seorang sopir truk pengangkut sampah TPST Bantargebang bernama Kame (50) dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (20/12/2025). Peristiwa tersebut menjadi kasus kedua dalam kurun waktu sebulan, setelah sebelumnya Yudi (51), sopir truk sampah lainnya, juga meninggal dunia pada Jumat (5/12/2025).

Rekan korban sesama sopir truk, Ian (bukan nama sebenarnya, 50), menduga kelelahan berat menjadi penyebab utama meninggalnya Kame. "Intinya sih karena kecapean atau kelelahan," ucap Ian saat dihubungi. Menurut Ian, dalam tiga bulan terakhir Kame nyaris tidak memiliki waktu istirahat yang cukup. Antrean pembuangan sampah di TPST Bantargebang kerap mencapai 12 hingga 13 jam, sehingga para sopir harus bekerja hampir tanpa jeda.

Usai membuang muatan sampah sekitar pukul 07.00 WIB, Kame biasanya kembali ke kawasan Boulevard Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk mengangkut sampah berikutnya. Pada Rabu (17/12/2025), Kame sempat pulang ke kampung halamannya di Indramayu untuk menghadiri pernikahan anaknya yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (24/12/2025). Namun, setibanya di sana, kondisi kesehatannya mulai menurun.

Meski demikian, menurut Ian, Kame masih memikirkan pekerjaannya di Jakarta. "Jumat pagi pun sempat menanyakan pengemudi yang back up lokasinya gimana armada sudah nyampe belum dari Bantargebang," tutur dia. Tak lama setelah itu, kondisi Kame memburuk hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya. "Setelah itu, sakit dan langsung meninggal, meninggalnya pagi ini Sabtu," ucap Ian.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar