Jeff Bezos: Masa Depan Peradaban Manusia Tidak Perlu Dikhawatirkan

Jeff Bezos: Masa Depan Peradaban Manusia Tidak Perlu Dikhawatirkan

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Jeff Bezos: Masa Depan Peradaban Manusia Tidak Perlu Dikhawatirkan yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Visi Jeff Bezos: Masa Depan Manusia di Luar Bumi

Jeff Bezos, pendiri Amazon dan Blue Origin, menunjukkan optimisme yang luar biasa mengenai peran teknologi dalam membentuk masa depan manusia. Dalam pidatinya di Italian Tech Week 2025 di Turin, Italia, dia menyatakan bahwa masa depan manusia berada pada tahap paling menjanjikan dalam sejarah modern. Bezos yakin bahwa kemajuan teknologi akan membuka babak baru bagi peradaban manusia.

Ia melihat inovasi seperti kecerdasan buatan, robotika, dan pusat data raksasa sebagai bagian dari “kelimpahan peradaban” yang sedang berkembang. Menurutnya, transformasi besar ini akan membawa manusia melampaui batas planetnya. Bezos menjelaskan bahwa kawasan pelatihan teknologi besar akan lebih baik dibangun di luar angkasa karena tenaga surya tersedia sepanjang waktu tanpa gangguan cuaca seperti awan atau hujan.

Bezos juga memperkirakan bahwa dalam dua dekade mendatang, jutaan orang akan tinggal di luar bumi bukan karena terpaksa, tetapi karena pilihan mereka sendiri. Ia percaya bahwa dalam beberapa dekade, akan ada jutaan orang yang hidup di luar angkasa dan mereka akan tinggal di sana karena mereka menginginkannya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa robot akan menggantikan manusia dalam pekerjaan rutin, memberi ruang bagi manusia untuk fokus pada inovasi dan kehidupan yang lebih bermakna. Pernyataan Bezos muncul di tengah meningkatnya perdebatan global mengenai risiko sosial dari otomatisasi dan kecerdasan buatan yang dapat memperlebar kesenjangan ekonomi.

Namun, menurutnya, sejarah selalu membuktikan bahwa kemajuan teknologi justru memperluas peluang dan meningkatkan kesejahteraan. Pesimisme terhadap teknologi hanya merupakan bentuk ketakutan terhadap perubahan. Visi Bezos sejalan dengan optimisme beberapa tokoh teknologi lain. Elon Musk memprediksi manusia akan menetap di Mars pada 2028, sementara Sam Altman memperkirakan lulusan perguruan tinggi akan bekerja di luar planet dalam satu dekade ke depan.

Di sisi lain, Bill Gates memilih bersikap lebih realistis dengan menekankan pentingnya memperbaiki Bumi sebelum berinvestasi besar di luar angkasa. Ia mengatakan, “Luar angkasa? Kita masih punya banyak pekerjaan di Bumi.”

Dari sudut pandang sosial, optimisme semacam ini menimbulkan pertanyaan strategis tentang bagaimana manfaat dari kemajuan AI dan otomatisasi dapat dirasakan secara merata. Tokoh politik Amerika Serikat, Pete Buttigieg, bahkan menyerukan gagasan “dividen AI”, yaitu pembagian nilai ekonomi dari teknologi agar tak hanya menguntungkan segelintir orang superkaya.

Pidato Bezos mencerminkan semangat yang semakin langka di era ketidakpastian global, yakni keyakinan bahwa manusia masih memiliki kendali atas masa depannya. Dia tidak sekadar berbicara tentang efisiensi teknologi, melainkan tentang arah evolusi peradaban yang lebih luas, di mana eksplorasi ruang angkasa menjadi bagian tak terpisahkan dari kelangsungan manusia.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar