
aiotrade Di balik nasib buruknya atas Anthony Joshua, petinju YouTuber, Jake Paul diklaim harusnya sudah bisa dihormati jagat tarung.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Paul menjalani pertarungan yang sangat berat, Jumat lalu di Kaseya Center, Miami, Amerika Serikat atau Sabtu (20/12/2025) waktu Indonesia. Musuh yang dia hadapi kali ini bukan petinju senja umur seperti biasanya. Bukan kaleng-kaleng, sang publik figur dihadapkan dengan Joshua yang notabenenya mantan juara tinju kelas berat.
Kekalahan KO harus diderita Paul dari bentrokan tersebut. Pukulan keras lawan membuatnya tak berdaya saat duel masih berusia enam ronde. Mantan petarung UFC, Daniel Cormier turut mengomentari pertarungan ini. Dia merasa Paul layak mendapatkan kredit atas apa yang sudah dilakukan.
"Duel ini berakhir seperti yang memang harus terjadi," ujarnya, dilansir aiotradedari Championat. "Akhir duel tersebut tetap spektakuler..."
"Ada kalanya banyak clinch hingga wasit mungkin merasa: 'Penggemar tidak membayar hanya untuk melihat duel kotor seperti ini'."
"Dan akhirnya, duel selesai sebagai mana mestinya."
"Terkadang, akhirnya tidak seperti yang diharapkan..."
"Pertarungan ini digariskan dengan Jake Paul yang kalah KO. Momen itu akhirnya benar-benar kejadian."
"Terlepas dari hal itu, saya pikir sudah saatnya orang-orang menghormati apa yang sudah dilakukan Paul di jagat tinju," sambung Cormier.
Saat Cormier memberikan pujian, jagoan UFC, Aljamain Sterling terpantau mencibir. Eks juara kelas bantam itu sepertinya sama sekali tidak terhibur atas pertarungan Paul lawan Joshua.
"Ini adalah pertarungan yang konyol," bebernya.
Jalan Paul mendapatkan kredit dari jagat tarung sepertinya memang cukup berat. Kesalahan terbesar dari pria asal Amerika Serikat itu mungkin terletak dari pilihan-pilihan lawan sebelumnya. Bayangkan saja, dia sempat menghadapi legenda tinju, Mike Tyson yang sudah berusia lebih dari setengah abad. Paul juga cenderung menghadapi mantan petarung UFC seperti Ben Askren, Tyron Woodley, hingga Anderson Silva.
Penjelasan Mengenai Perjalanan Karier Jake Paul dalam Tinju
Jake Paul memiliki perjalanan yang unik dalam dunia tinju. Dari seorang YouTuber yang dikenal dengan konten hiburan dan olahraga, ia bertransformasi menjadi peserta pertandingan tinju. Meski tidak memiliki latar belakang profesional sebagai atlet tinju, ia berhasil menarik perhatian publik dengan berbagai pertandingan yang diselenggarakan secara besar-besaran.
Beberapa faktor yang memengaruhi perjalanan karier Paul antara lain:
- Kontroversi dan Reputasi: Pertandingannya sering kali dikaitkan dengan kontroversi, baik karena penampilan yang dianggap tidak serius maupun keputusan untuk menghadapi lawan-lawan yang dianggap tidak seimbang.
- Pemilihan Lawan: Beberapa lawan yang dihadapi oleh Paul adalah tokoh-tokoh ternama dalam dunia olahraga, termasuk Mike Tyson dan mantan petarung UFC. Hal ini meningkatkan daya tarik pertandingan, tetapi juga memicu kritik dari para pengamat.
- Pengaruh Media Sosial: Sebagai seorang YouTuber, Paul memiliki basis pengikut yang besar. Ini membantu dalam promosi pertandingannya, tetapi juga membuatnya menjadi sorotan media dan komunitas tinju.
Tanggapan dari Tokoh-Tokoh Olahraga
Daniel Cormier, mantan petarung UFC dan pelatih yang terkenal, memberikan apresiasi terhadap usaha yang dilakukan oleh Paul meskipun kalah dalam pertandingan. Ia menilai bahwa pertandingan tersebut tetap spektakuler dan layak dihargai. Namun, ada juga tokoh lain yang tidak setuju dengan pendapat Cormier. Aljamain Sterling, contohnya, mengkritik pertandingan tersebut sebagai "konyol", menunjukkan adanya perbedaan pandangan dalam komunitas olahraga.
Tantangan dan Pelajaran yang Diperoleh
Meski kalah dalam pertandingan melawan Anthony Joshua, Paul tetap mendapat perhatian dari publik. Pertandingan ini menjadi pembelajaran bagi dirinya sendiri dan bagi para penggemarnya. Beberapa pelajaran yang bisa diambil antara lain:
- Perlu Persiapan yang Matang: Setiap pertandingan, terutama melawan atlet profesional, membutuhkan persiapan fisik dan mental yang optimal.
- Pemilihan Lawan yang Tepat: Memilih lawan yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan pengalaman akan membantu dalam menentukan hasil pertandingan.
- Menerima Kekalahan dengan Sportivitas: Meski kalah, penting untuk tetap menjaga sikap sportif dan menghormati lawan.
Masa Depan Jake Paul dalam Dunia Tinju
Setelah kekalahan ini, pertanyaan besar muncul tentang masa depan Paul dalam dunia tinju. Apakah ia akan terus bertarung atau memilih untuk fokus pada bidang lain? Dengan dukungan yang besar dari penggemarnya, Paul tetap memiliki peluang untuk kembali bangkit dan menunjukkan kemampuannya dalam pertandingan yang lebih seimbang.
Komentar
Kirim Komentar