Israel Langgar Gencatan Senjata, Tewaskan 97 Warga Palestina di Gaza

Berita mancanegara hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Israel Langgar Gencatan Senjata, Tewaskan 97 Warga Palestina di Gaza tengah menjadi perhatian global. Berikut laporan selengkapnya.
Israel Langgar Gencatan Senjata, Tewaskan 97 Warga Palestina di Gaza

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pelanggaran Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, sebanyak 97 warga Palestina tewas dan 230 lainnya luka-luka akibat serangan tentara Israel di Jalur Gaza. Menurut laporan otoritas setempat, pelanggaran terbaru terjadi pada Minggu dengan mencatat 21 insiden.

Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut bahwa pendudukan Israel telah melakukan 80 pelanggaran yang terdokumentasi sejak deklarasi gencatan senjata. Hal ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. Pelanggaran tersebut mencakup penembakan langsung terhadap warga sipil, penembakan massal, penargetan disengaja, pembentukan “sabuk api”, dan penangkapan warga sipil.

Pasukan Israel disebut menggunakan kendaraan militer, tank yang ditempatkan di tepi permukiman, derek elektronik dengan sistem penargetan jarak jauh, serta pesawat tempur dan drone quadcopter untuk melancarkan serangan. Pernyataan dari pihak Gaza menegaskan bahwa pelanggaran ini tercatat di semua kegubernuran di Jalur Gaza tanpa terkecuali, yang menegaskan bahwa pendudukan tidak mematuhi gencatan senjata dan melanjutkan kebijakan pembunuhan dan teror terhadap rakyat mereka.

Pemerintah Gaza menegaskan bahwa tentara Israel bertanggung jawab penuh atas serangan itu. Mereka juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pihak-pihak penjamin perjanjian untuk segera mengambil langkah menghentikan pelanggaran.

Serangan Udara yang Menewaskan 11 Orang

Pada Jumat, satu mobil menjadi sasaran serangan udara Israel, yang mengakibatkan 11 orang tewas. Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina, Mahmoud Basal, menjelaskan bahwa kendaraan yang menjadi sasaran membawa 11 orang dari keluarga Shaaban, termasuk 7 anak-anak dan 2 wanita. Serangan terjadi setelah kendaraan itu melewati “garis kuning” di wilayah Al-Zeitoun, dekat Gaza City.

Menurut Basal, serangan dilakukan tanpa peringatan apa pun. Ia menegaskan bahwa masih memungkinkan untuk memperingatkan atau menangani mereka dengan cara-cara yang tidak akan menyebabkan kematian. Ia menambahkan bahwa apa yang terjadi kali ini benar-benar memastikan bahwa pasukan penjajah masih haus darah dan bertekad melanjutkan kejahatan mereka terhadap warga sipil yang tak bersalah.

“Garis kuning” merupakan garis demarkasi tak resmi yang memisahkan wilayah yang diduduki pasukan Israel dengan area yang dapat ditempati warga Palestina setelah gencatan senjata diberlakukan.

Kesepakatan Gencatan Senjata dan Kondisi di Jalur Gaza

Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang dimediasi oleh sejumlah pihak regional dan internasional mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025. Dalam kesepakatan itu, pasukan Israel diharuskan mundur secara bertahap dari wilayah Gaza menuju posisi di belakang “garis kuning”. Namun, serangan terbaru ini memperlihatkan bahwa gencatan senjata belum dijalankan sepenuhnya di lapangan.

Sejak agresi Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, serangan yang baru berhenti bulan ini telah menewaskan lebih dari 68.000 warga Palestina, sebagian besar di antaranya wanita dan anak-anak. Selain korban jiwa, serangan beruntun pasukan Zionis juga membuat kondisi Jalur Gaza semakin tidak layak huni, dengan infrastruktur hancur dan kebutuhan dasar warga yang kian sulit terpenuhi.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Ikuti terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar